Nyata bukan Fiktif

Nyata bukan Fiktif

Sebelum kami menyebutkan kronologis beberapa kejadian berdarah yang merupakan efek dari makar Abdullah bin Saba’, sedikit kami ingin menyinggung kembali tentang hakikat tokoh ini. Telah kami sebutkan pada pembahasan yang lalu bahwa para orientalis kafir dan para pengusung bendera syi’ah terus menerus menebar opini dan mendoktrin umat agar mengingkari keberadaan Ibnu Saba’. Mereka menggambarkan bahwa dia hanya sekedar rekayasa, khayalan dan fiktif, tidak ada dan tidak nyata.

Kunci jawaban untuk membantah opini nyeleneh (ganjil) ini adalah bahwa keberadaan Ibnu Saba’ telah disepakati oleh ahli tarikh (sejarawan) bahkan kitab-kitab rujukan syi’ah sendiri menjelaskan dan mengakui keberadaannya, sebagaimana telah kami sampaikan pada pembahasan sebelumnya.

Alasan mereka untuk menolak (baca; mengkaburkan) keberadaan Abdullah bin Saba’ antara lain bahwa riwayat-riwayat yang menjelaskan tentang hakikat tokoh ini adalah lemah karena melewati jalur periwayatan seorang perawi bernama Saif bin Umar At-Tamimi. Perawi ini telah dilemahkan oleh beberapa ulama hadits.

Maka kita jawab:

1. Para ulama hadits melemahkan Saif bin Umar At-Tamimi dalam hal periwayatan hadits. Adapun dalam periwayatan sejarah maka beliau bisa dijadikan sandaran dan rujukan. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh al Hafizh Ibnu Hajar al Asqolani dalam kitabnya Tahdzibut Tahdzib dan Taqribut Tahdzib. Beliau berkata

“Saif bin Umar At-Tamimi pengarang kitab Ar-Riddah, ada yang mengatakan dia Adh-Dhabi ada yang mengatakan selainnya, Al-Kufi, haditsnya lemah akan tetapi bisa dijadikan sandaran dalam masalah tarikh/sejarah.” 

Adz-Dzahabi dalam kitab Mizanul I’tidal menyatakan

“Beliau adalah pakar sejarah yang mumpuni.”

Hal senada juga diungkapkan oleh para pakar hadits yang lain, walhamdulillah.

2. Perlu diketahui bahwa riwayat-riwayat yang menjelaskan keberadaan Abdullah bin Saba’ yang terdapat dalam kitab-kitab tarikh tidak hanya datang dari jalan Saif bin Umar At-Tamimi, akan tetapi juga diriwayatkan dari beberapa jalan yang sebagiannya shahih, diantaranya:

Diriwayatkan dari jalan Abu Khaitsamah ia berkata

“Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abbad ia berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ammar ad-Duhni katanya, Aku mendengar Abu Thufail berkata …..”

Diriwayatkan melalui jalan Amr bin Marzuk ia berkata :

Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Salamah bin Kuhail dari Zain bin Wahb ia berkata:

“Ali berkata “Ada apa denganku dan dengan orang jahat yang hitam ini (maksudnya Abdullah bin Saba’). Dia telah mencela Abu Bakar dan Umar.”

Diriwayatkan pula melalui jalan Muhammad bin Utsman bin Abi Syaibah ia berkata

“Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ala ia berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin ‘Ayyas dari Mujalid dari Sya’bi ia berkata:

“Pertama kali yang berdusta adalah Abdullah bin Saba’.”

(Lihat Lisanul Mizan)

3. Demikian pula dalam kitab-kitab rujukan syi’ah sendiri baik yang membahas tentang firqah, hadits, atau para perawi disebutkan riwayat yang cukup banyak terkait Ibnu Saba’ yang sama sekali tidak melewati jalur Saif bin Umar At-Tamimi.

bersambung …

Kolom Pembaca

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *