NU Garis Lurus Munafik …

NU Garis Lurus Munafik …

Saudara pembaca semoga Allah memberikan hidayah dan taufik -Nya kepada kita semua …

Baru-baru ini ormas NU dan warganya dihebohkan dengan kehadiran “Jamaah baru” yang menyebut namanya dengan “NU Garis Lurus“.

NU Garis Lurus

Serta-merta hal ini mengundang “reaksi keras dan radikal” dari pihak “lawannya“, sebut saja situs resmi NU, disana NU Garis Lurus disebut sebagai “Kerikil Terbaru NU”, yang dimuculkan oleh segelintir orang NU.

Kerikil NU

Tak kalah sengitnya seorang yang dianggap tokoh di “NU Garis Bengkok“.

Maaf sebelumnya, kami hanya meminjam istilah mereka, karena kalau ada yang lurus berarti lawannya kan bengkok?

KH Tobary Syadzili mengeluarkan komentarnya, dia berkata:

“………. Dengan demikian, mereka (NU Garis Lurus -pen) adalah termasuk golongan orang-orang yang munafik”

NU munafik

Lalu suasana bertambah panas, “al-Fadhil”, “Syekh” KH Muhammad Idrus Ramli, seorang yang dianggap sangat berpengaruh di kelompok NU Garis Lurus, seorang kandidat Ketua PBNU mendatang, tidak mau kelompoknya dianggap sebagai “NU Palsu” terlebih-lebih jika divonis kelompok mereka sebagai kelompoknya orang-orang “munafik”.

NU munafik1
NU munafik2

Saudara pembaca, semoga Allah memberikan hidayah dan taufik –Nya kepada kita semua…
Demikianlah hakikat ormas NU, tokoh-tokoh, para Kiai, dan warganya…

Mereka senantiasa berpecah belah, “gontok-gontokan”, centang-perenang, carut-marut, masing-masing kelompok berbangga dengan kelompoknya sendiri, dan menganggap di luar kelompoknya sesat, golongan munafik, bahkan wajib masuk nerakaDemikianlah wajah asli ormas “NU, meskipun mereka menampakkan kerukunan, bersatu, saling berlemah lembut, dan semisalnya. Itu terjadi ketika mereka memiliki kepentingan yang sama. Namun akan mudah tercerai berai, saling menyesatkan, saling memunafikkan, bahkan sampai berani mengharamkan surga bagi saudaranya, jika masing-masing memiliki target duniawi.

Lihat saja dalam contoh kasus peristiwa di atas, kedua orang yang ditokohkan, dua orang yang di-Kiai-kan, “al-Fadhil” “Syekh” KH Muhammad Idrus Ramli dengan KH Thobary Syadzily (Syekh Nawawy al-Bantany). Ketika ada kepentingan bersama, misalnya demi mengamankan apa yang mereka sebut sebagai “amaliah dan tradisi NU” dua aliran NU ini sanggup untuk “duduk bersama” dengan mesra, sebagamana terjadi dalam beberapa forum “debat” menghadapi musuh yang mereka sebut sebagi wahabi.
Lihat di sini: http://i.ytimg.com/vi/KrH8pT-lgJI/hqdefault.jpg atau https://i.ytimg.com/vi/ydQxcjAeB2Q/maxresdefault.jpg

Namun hari-hari ini kedua “ulama” ini harus “bercerai” menempuh jalan hidup masing-masing, Syekh Kiai Idrus Ramli berada dalam kelompok “orang-orang munafik“, sedangkan Syekh Kiai Thobary Syadzily berada dalam kelompok “NU Garis Bengkok

Demikianlah saudaraku, dari contoh peristiwa ini bisa kita simpulkan:
Ormas NU terkotak-kotak, tercerai-berai, centang-perenang, yang masing-masing kelompok bangga dengan kelompoknya. Sangat mudah menyesatkan dan memunafikkan saudaranya, ini adalah bukti dari kekerasan dan tindakan radikal yang dilakukan tokoh dan warga NU. Bahkan berani mengharamkan surga bagi orang yang berseberangan kepentingan dengan mereka.

Baca kembali: http://www.yuk-kenal-nu.net/2015/06/centang-perenang-di-tubuh-nahdlatul-ulama-nu/

Berkumpul karena kepentingan yang sama, bercerai ketika berbeda target, visi dan misi duniawi.

Kolom Pembaca

2 Comments

  1. abbd says:

    Itulah NU kita

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *