Gus Dur dan Pendukung Fanatiknya

Gus Dur dan Pendukung Fanatiknya

Sangat banyak klaim-klaim yang disematkan oleh pengikut Gus Dur kepadanya atau klaim-klaim yang Gus Dur sendiri tidak mengingkarinya. Berikut akan kami sebutkan beberapa klaim yang jauh dari kebenaran tersebut:
Klaim bahwa Gus Dur memiliki ilmu ladunni, yaitu mempunyai ilmu yang luas tanpa susah-susah belajar dan mampu meramal masa depan. Hal ini karena Gus Dur mempunyai keikhlasan yang luar biasa dan tidak menjalankan maksiat. Demikian diungkapkan oleh mantan ketua PBNU Mustofa Zuhad Mughni.

Fanatik NU

Fanatik NU1

Berikutnya klaim bahwa Gus Dur bisa Me-Raga Sukma Dirinya. Yaitu sebuah kemampuan berada di banyak tempat dalam waktu bersamaan. Hal ini sebagaimana dituturkan oleh KH Mistakhul Falah, tokoh NU Jakarta Utara.

Fanatik NU2

Demikian pula klaim Gus Dur adalah sosok yang mengetahui sesuatu sebelum terjadi. Dalam Ilmu Islam kejawen dikenal dengan “weruh sak durunge” (“winarah“). Yen wong jowo ngendikan “waskita ” (kalau orang jawa berkata, tahu sebelum masanya terjadi). Demikian pernyataan yang disampaikan KH. Abdullah Muhaimin Yogyakarta. Yang merupakan teman dekat dan teman spiritual mendiang Gus Dur.

Fanatik NU3

Fanatik NU4

KH Mukti Ali menyatakan:

“Gus Dur diibaratkan ‘Prematur 50 tahun’. Disitulah Gus Dur sudah bisa menangkap fenomena dan gambaran yang akan terjadi sebelum datang masanya sehingga dia dengan sekuat tenaga bisa menciptakan upaya dan langkah yang harus diperjuangkan supaya bisa mengantisipasi bahaya yang terjadi.”

Fanatik NU5

Yang tidak kalah hebatnya di kalangan warga NU, Gus Dur dianggap lebih dari sekadar manusia biasa. Semasa hidupnya dia dipandang sebagai ‘Wali Allah‘. Bahkan dinobatkan sebagai Wali  ke 10 (sebagai pelengkap ‘wali songo’).

Fanatik NU6

Fanatik NU7

Bahkan menurut keterangan diatas kewalian Gus Dur diatas pencapaian wali songo, dengan kata lain    Wali Songo kedudukannya masih dibawah Gus Dur.

Sehingga tidak heran jika pernyataan kontroversialnya (yang melanggar syariat) tetap di -Amin-kan oleh pengikut fanatiknya dari kalangan Nahdliyin. Mereka memandangnya sebagai perwujudan dari “weruh sak durunge winarah“. Yaitu kemampuan bisa mengetahui sesuatu sebelum terjadi. Yang menjadi salah satu ciri dari seorang wali (menurut anggapan mereka).

Wahai saudara kami kaum Muslimin…

Dari berbagai ungkapan di atas tentu banyak hal ‘menarik’ untuk di telisik lebih mendalam dan banyak permasalahan yang perlu di tanyakan. Namun sebelum kita membahasnya lebih jauh, mari terlebih dahulu kita mencermati ungkapan mantan ketua PBNU Mustofa Zuhad Mughni, ketika menjelaskan sebab Gus Dur memiliki ilmu ladduni, dia berkata:

“Karena Gus Dur, mempunyai keikhlasan yang luar biasa dan tidak menjalankan maksiat.”

Permasalahan pertama:

“Mempunyai keikhlasan yang luar biasa”

Fanatik NU8

Hal ini kita kita serahkan kepada Allah penilaian hakikatnya, karena permasalahan ikhlas adalah merupakan permasalahan amalan ‘hati’, Hanya Allah sajalah yang Maha Mengetahui Hakikatnya. Permasalahan berikutnya:

“Gus Dur Tidak Menjalankan Maksiat”

Apakah ungkapan tersebut sesuai dengan realita yang ada?

Marilah kita perhatikan bersama “sebagian kecil “perilaku Gus Dur berikut ini:
1.Tatkala Gus Dur berusaha mengganti ucapan:

“Assalaamu’alaikum”

Dengan:

“Selamat pagi”

Apakah ini bukan termasuk mengerjakan kemaksiatan?

Fanatik NU9

2.Tatkala Gus Dur (maaf) “memangku”, atau “bahkan yang lebih dari itu”, terhadap wanita yang bukan mahram baginya.

Sebagaimana dalam gambar berikut: http://kkcdn-static.kaskus.co.id/images/2013/03/03/2201616_20130303111043.jpg  Keaslian foto tersebut dibenarkan oleh pakar telematika Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Roy Suryo Notodiprojo.

Fanatik NU10

Bahkan ini diakui oleh Si Pelaku sendiri Aryanti Sitepu. Maaf sebelumnya, pengakuannya bisa dilihat di link berikut: https://groups.yahoo.com/neo/groups/saham-politik/conversations/topics/301

Apakah ini bukan maksiat?

3.Tatkala Gus Dur meminta sumbangan ke Yayasan JUDI, yang mengelola SDSB.

Fanatik NU11
Termasuk menjalankan Maksiat apa bukan?

Wahai saudara kami kaum muslimin, terutama warga NU
Semoga Allah memberi hidyah dan taufik -Nya kepada kita semua.
Jawabannya tentu tidak sulit, bagi orang yang masih sehat akal dan selamat hati nuraninya…
Karena beberapa perilaku Gus Dur yang kami sebutkan di atas adalah bentuk kemaksiatan yang sangat jelas, yang telah disepakati oleh kaum muslimin.

Kolom Pembaca

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *