KEYAKINAN KAUM SYI’AH TERHADAP AL QUR’ANUL KARIM

KEYAKINAN KAUM SYI’AH TERHADAP AL QUR’ANUL KARIM

Allah jalla wa ‘ala berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz Dzikr (al Qur’an) dan sesungguhnya Kami benar-benar yang memeliharanya”. (Al Hijr: 9)

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al Qur’an , niscaya mereka tidak akan  dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka  menjadi pembantu atas sebagian yang lainnya”. (Al Isra’: 88).

Dan juga firman-Nya :

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Atau patutkah mereka mengatakan: Muhammad membuat-buatnya.” Katakanlah: “Maka cobalah datangkan sebuah surat semisalnya, dan panggillah siapa saja selain Allah yang dapat kalian panggil untuk membuatnya, jika kalian orang-orang yang benar”. (Yunus:38)

Ayat-ayat di atas menegaskan tentang jaminan dari Allah akan kemurnian al Qur’an dan penjagaan dari berbagai macam usaha pengubahan dan penyelewengan. Maka sebagai seorang muslim sejati wajib bagi dirinya untuk mengimani yang demikian ini, tidak boleh ada keraguan sedikitpun dalam jiwanya.

Serupa tapi tak sama. Barangkali ungkapan ini tepat untuk menggambarkan Islam dan kelompok Syi’ah. Secara fisik, memang sulit dibedakan antara penganut Islam dengan penganut Syi’ah. Namun jika ditelusuri -terutama dari sisi aqidah- perbedaan di antara keduanya ibarat minyak dan air. Sehingga, tidak mungkin disatukan. Berakhirnya riwayat hidup Abdullah bin Saba’ – sang pencetus api fitnah – yang dihukum bakar oleh Ali bin Abi Thalib sendiri tidaklah kemudian menghentikan sepak terjang para pewarisnya untuk menebarkan kesesatan yang lebih banyak dan lebih berbahaya. Sebut saja sekte syi’ah Imamiyyah atau yang dikenal dengan nama lain yaitu   Rafidhah, sejak dahulu hingga kini berjuang keras untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin. Dengan segala cara, kelompok sempalan ini terus menerus menebarkan berbagai macam kesesatannya. Terlebih lagi kini didukung dengan negara Iran-nya.   Dengan berbekal  kedustaan (taqiyyah) dan kesesatan mereka mencoba meruntuhkan pondasi-pondasi Islam, salah satunya adalah kitab suci al Qur’an. Kitab rujukan utama kaum muslimin ini mereka usik keabsahannya bahkan tidak segan-segan untuk mereka ubah.

Kaum syi’ah Rafidhah dengan beraninya menyatakan bahwa Al Qur’an yang ada di tangan kaum muslimin  ini telah mengalami perubahan dari yang semestinya.

Di dalam kitab Ushul Al-Kaafi (yang kedudukannya di sisi mereka seperti Shahih al-Bukhari di sisi kaum muslimin) karya Abu Ja’far Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini (2/634), dari Abu Abdillah (Ja’far Ash-Shadiq), ia berkata:

Sesungguhnya al Qur’an yang dibawa Jibril kepada Muhammad ada 17.000 ayat.

Maknanya 2/3 dari Al Qur’an telah hillang karena jumlah ayat di dalam Al Qur’an di sisi kaum muslimin tidak sampai 6666 ayat. Musibah………

Di dalam kitab yang sama juz 1, hal 239-240, dari Abu Abdillah ia berkata:

…Sesungguhnya di sisi kami ada mushaf Fathimah, namun mereka tidak tahu apa mushaf Fathimah itu.” Abu Bashir bertanya: “Apa mushaf Fathimah itu?” Abu Abdillah menjawab: “Sebuah Mushaf 3 kali lipat dari apa yang terdapat di dalam mushaf kalian (umat Islam). Demi Allah, tidak ada padanya satu huruf pun dari Al Qur’an kalian….” 

Wal ‘iyadzubillah.

Itulah kaum syi’ah, ketika mereka tidak mampu (bahkan tidak akan mampu) membuat kitab yang semisal dengan al Qur’an, maka tidak ada jalan lain bagi mereka kecuali menambah, mamalsukan dan menyelewengkan apa yang terdapat di dalam kitab suci al Qur’an sesuai dengan hawa nafsu mereka. Perbuatan tercela ini tidaklah beda dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi terhadap kitab suci mereka. Allah berfirman:

فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ

“Maka celakalah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan-tangan mereka kemudian mereka mengatakan: “Ini datang dari sisi Allah.” Kemudian mereka memperjual belikan kitab suci tersebut dengan harga yang murah.” (Al Baqarah: 79)

Di antara contoh kedustaan dan penyelewengan mereka terhadap mushaf Al Qur’an:

1.Dalam Surat Al Baqarah: 257

وَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوْتُ …

Dan orang-orang kafir itu, pelindung-pelindung mereka adalah Setan…”

Namun dalam al Qur’an palsu mereka tersebutkan:

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوا بِوِلاَيَةِ عَلِيِ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ أَوْلِياؤُهُمُ الطَّاغُوْتُ …

“Dan orang-orang yang kafir terhadap kepemimpinan Ali bin Abi Thalib itu, pelindung-pelindung mereka adalah Setan …

  1. Dalam surat Al Lail:12-13

إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَى (12) وَإِنَّ لَنَا لَلْآخِرَةَ وَالْأُولَى

 “Sesungguhnya kewajiban Kami-lah yang memberi petunjuk, dan sesungguhnya kepunyaan Kami-lah akhirat dan dunia.”

Sementara dalam al Qur’an palsu mereka tersebutkan:

إِنَّ عَلِيًا لَلْهُدَى (12) وَإِنَّ لَهُ لَلْآخِرَةَ وَ الأُولَى (13)

Sesungguhnya Ali benar-benar sebuah petunjuk dan kepunyaan dia-lah akhirat dan dunia.

  1. Dalam Surat Al Insyirah: 7
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

Maka apabila kamu (Muhammad) telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lainnya”.

Sedangkan dalam al Qur’an palsu mereka termaktub:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصِبْ عَلِيًّا لِلْوِلاَيَةِ

“Maka apabila kamu (Muhammad) telah selesai dari suatu urusan, maka berilah Ali kepemimpinan .

Bahkan sebelum ayat ini ada tambahan:

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ بِعَلِيٍّ صِهْرِكَ

Dan Kami angkat penyebutanmu (Muhammad) dengan Ali  sang menantumu”.

Kolom Pembaca

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *