Tuh kan, Banser NU akhirnya ngaku juga…

Tuh kan, Banser NU akhirnya ngaku juga…

Situs NU Garis Lurus yang disebut Kiai NU lawannya sebagai kelompok munafik” baru-baru ini memposting surat terbuka salah satu anggota Banser yang bernama Hadi Wijaya. Postingan tersebut diberi  judul “Surat Terbuka Anggota Banser: Cabut Perintah Pengamanan Gereja! (22 juli 2015)

Tuh Kan Banser NU Ketahuan1

Tuh Kan Banser NU Ketahuan2

Salah satu point yang disebutkan adalah pengakuan dari orang dalam sendiri tentang salah satu tugas Banser, yaitu menjaga gereja.

1. “Memohon dan meminta dengan segala hormat kepada semua pucuk pimpinan yang ada di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama khususnya KH. Said Aqil Siraj, untuk mengeluarkan Perintah Komando untuk mencabut Perintah Pengamanan Gereja-Gereja di seluruh Indonesia oleh Banser NU atas permintaan Persatuan Gereja Indonesia (PGI) selama Tiap Perayaan Hari Natal karena, sesungguhnya Pengamanan Perayaan Hari Natal dan Perayaan Hari besar agama lainya itu adalah Tanggung Jawab dan wewenang aparat keamanan sah Negeri ini.”

Tuh Kan Banser NU Ketahuan3

 

Pengakuan akan adanya perintah untuk mengamankan Gereja-Gereja di seluruh Indonesia oleh Banser NU atas permintaan Persatuan Gereja Indonesia (PGI) selama Tiap Perayaan Hari Natal. Inilah salah satu “tugas mulia” para pengemban bendera islam NUsantara. Pengakuan ini hampir semakna dengan pengakuan dan keluhan yang disampaikan mantan petinggi GP Ansor (Induk Banser), Khatibul Umam Wiranu (Ketua PP GP Ansor 2005-2010).

Banser-NU2

 

Coba lihat kembali.

www.yuk-kenal-nu.net/banser-nu-mana-ya-jeruk-makan-jeruk/

Ada sedikit kejanggalan dan ketidak sinkronan dari penyataan-pernyataan dalam surat terbuka tersebut.

Di awal sang penulis menyebutkan:

“Sesungguhnya pengamanan perayaan hari Natal dan perayaan hari besar agama lainya itu adalah tanggung jawab dan wewenang aparat keamanan sah negeri ini.”

Tuh Kan Banser NU Ketahuan6

Tapi di bagian akhir malah menyatakan;

3. “Permohonan ini kepada seluruh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama adalah sebagai rasa solidaritas atas apa yang terjadi menimpa Muslim di daerah Tolikara Papua, ibarat jika para pelaku tidak dihukum dengan tegas oleh kelompoknya sendiri maka nanti pasukan kaum muslimin yang ada di bumi Indonesia yang akan menghukum mereka. Cepat atau lambat karena negara ini adalah Negara Pancasila dan Negara atas hukum.”

Tuh Kan Banser NU Ketahuan4

4. Kepada semua komunitas Banser NU dimanapun berada di seluruh Indonesia, ibarat satu tubuh. Bagian kecil tubuh terluka maka semua tubuh ikut terluka, hendaknya menahan diri sambil menunggu perintah komando tertinggi dari Ketua Tanfidziah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama jalan terbaik bagi solusi kedamaian dan kondusif demi Indonesia jaya raya abadi.”

Tuh Kan Banser NU Ketahuan5

Ya begitulah plin plannya NU, satu sisi ngomong “Tanggung Jawab dan wewenang aparat keamanan sah Negeri ini.” Ucapan yang seakan-akan mendukung dan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah, tapi di sisi lain menyatakan.

“Nanti Pasukan Kaum Muslimin yang ada di Bumi Indonesia yang akan menghukum mereka.”

“sambil menunggu Perintah Komando Tertinggi dari Ketua Tanfidziah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama”.

Urusannya diserahkan kepada sang komandan tertinggi.

Jadi mana yang harus diikuti dan dipatuhi mas…?

Padahal kita sudah sama-sama tahu bagaimana pemerintah kita sudah berupaya mencarikan solusi dalam permasalahan ini dan menyarankan serta menghimbau kepada masyarakat agar menyerahkan sepenuhnya penyelesaian konflik ini kepada pemerintah.

Aneh…aneh……

Kolom Pembaca

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *