Tokoh Liberal NU Ulil Abshar Samakan YKNU Dengan NU Garis Lurus

Tokoh Liberal NU Ulil Abshar Samakan YKNU Dengan NU Garis Lurus

Dalam akun twitter resmi miliknya, pada hari Kamis 4 September 2015 kemarin, tokoh Liberal NU Ulil Abshar berkicau:

“Ini sejenis akun NU Garis Lurus. Garisnya Wahabi.”

NU Liberal

Siapa yang sedang dibidik “tokoh besar” Liberal NUsantara tersebut?

Rupanya akun twitter YKNU (Singkatan dari: Yuk Kenal NU), sebuah akun yang berusaha menyajikan fenomena, data, fakta dan peristiwa aktual, seputar ormas NU.

Sebuah upaya, nasihat, amar makruf nahi mungkar yang ditujukan kepada sesama muslim, terkhusus muslimin NUsantara Indonesia yang selama ini terus menjadi bulan-bulanan, terus menjadi obyek penyesatan yang dilakukan oleh tangan-tangan orientalis di negeri ini.

Rupanya seorang yang sudah “kadung” ditokohkan dikalangan NU, menjadi pembesar di kalangan Liberalis NUsantara ini gerah, panas hatinya, sempit dadanya dan tidak tahan lisannya, sehingga dia mengucapkan apa yang disembunyikan dalam relung hatinya.

Ya…

Apa sulitnya bagi anda wahai Ulil Abshar untuk menyatakan kepada “fansmu”:

“Lihatlah oleh kalian!”

“Bacalah!”

“Jika memang itu sebuah kebenaran, ambillah oleh kalian!”

Namun, memang lidah seorang Liberalis telah menjadi kelu, pena seorang Liberalis telah tersendat, bahkan pedang seorang Liberalis telah tumpul…

Tumpul dengan berbagai “pesanan” para tuan nun jauh di sana…

Kandas dengan berbagai “kepentingan” yang sudah antri di depan mata…

Bahkan buta, tidak bisa melihat, meskipun matahari menerangi di atas kepala…

Ya…

Itulah kaum Liberalis NUsantara…

Saking butanya, teman sendiri sesama NU disikat juga, dengan cap usang warisan penjajah Inggris dahulu kala…

Cap WAHABI…

Selamat membaca Yuk Kenal NU

Semoga Allah azza wa jalla memberi hidayah kepada siapa saja yang dikehendaki -Nya, meski kaum Orientalis Liberalis terus berkicau…

Yuk Kenal NU terus maju…

Pantang Mundur, Janganlah Ragu…

Ingat-ingat!

Kaum muslimin membutuhkan nasihat, meski secercah…

Bak kata pepatah:

“Anjing Menggonggong Kafilah Tetap Berlalu.”

Kolom Pembaca

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *