Potret Buram NU Dalam Menyikapi Aliran Sesat

Potret Buram NU Dalam Menyikapi Aliran Sesat

Sungguh ironis dan sangat disayangkan ormas NU yang memiliki pengikut yang banyak, mengklaim sebagai ormas yang di dalamnya terdapat segudang ulama, namun dalam menyikapi aliran-aliran sesat, yang kesesatannya telah jelas di depan mata masih saja bermain mata.

Terus saja mereka menutup-nutupi realita dan fakta yang ada. Bahkan berani dengan terang-terangan “melawan” dan berusaha membalikkan opini. Memutar balikkan fakta yang berujung pada kesimpulan aliran sesat adalah kebenaran, sedangkan kelompok yang benar dituding dan dituduh sebagai aliran menyimpang.

Usaha dan upaya ormas NU dalam memutar balikkan fakta tersebut dilakukan dengan cara sistematis, dan terus berkesinambungan.

Mereka lakukan dengan berbagai macam cara, dengan statemen, komentar, tindakan, perbuatan, cara menyikapi, membantah, menuding, memvonis bahkan memfitnah kelompok lain yang mereka pojokkan sebagai kelompok sesat dan menyimpang.

Namun di sisi lain, terhadap kelompok-kelompok yang telah jelas kesesatannya, mereka tidak segan-segan untuk membela, bergandeng tangan dengan mereka, bekerjasama, membiarkan, mengayomi, menaungi dan melindungi aliran-aliran sesat tersebut. Sehingga kelompok-kelompok sesat tersebut tumbuh subur dan terus melancarkan makar-makar busuk mereka, hingga korban dari kaum muslimin terus berjatuhan.

Di antara contohnya adalah sebagai berikut:

NU menyikapi fatwa MUI: JIL sesat

Dalam Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2005, yang kemudian menghasilkan Keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor: 7/MUNAS VII/MUI/11/2005, tentang: PLURALISME, LIBERALISME, DAN SEKULARISME AGAMA.

Yang kesimpulannya adalah Paham SEPILIS yang diusung dan disebarluaskan oleh tokoh-tokoh NU, semisal Gus Dur, Ulil Abshar Abdala, Abdul Moqsith Ghazali dan para gembong JIL (Jaringan Islam Liberal) atau JIN (Jamaah Islam NUsantara) lainnya, adalah PAHAM YANG BERTENTANGAN DENGAN ISLAM dan UMAT ISLAM HARAM UNTUK MENGIKUTINYA.

Potret Buran NU

Potret Buran NU1

Potret Buran NU2

Coba kita perhatikan fatwa MUI di atas, dengan jelas dan sangat gamblang menyatakan bahwa paham SEPILIS yang ditebarkan ditengah umat oleh kelompok JIL atau JIN -yang notabene pelakunya tokoh-tokoh NU, semisal Gus Dur- adalah ajaran yang sesat dan menyesatkan. Bertentangan dengan agama Islam dan Haram untuk mengikutinya.

Namun pada prakteknya, fatwa MUI tersebut “dilanggar”, tidak diindahkan, tokoh-tokoh NU berpemahaman SEPILIS terus bergentayangan, bebas menebarkan kesesatan mereka, bahkan mendapat kursi empuk di ormas NU.

Potret Buran NU3

Potret Buran NU4

Potret Buran NU5

Potret Buran NU6

Potret Buran NU7

Potret Buran NU8

Baca kembali di:

http://www.yuk-kenal-nu.net/menyelisihi-fatwa-mui-nu-legalkan-paham-liberalisme/

Kolom Pembaca

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *