NU menyikapi fatwa MUI: Syi’ah sesat

NU menyikapi fatwa MUI: Syi’ah sesat

Sebagaimana Ahmadiyyah agama baru, demikian pula Syi’ah adalah agama baru, agama yang berkedok cinta ahlul bait, padahal mereka adalah sekelompok kaum yang menghinakan ahlul bait, bahkan merekalah yang membuat makar hingga Husein bin Ali bin Abi Thalib terbunuh di Karbala.

Lihat kembali:

http://www.yuk-kenal-nu.net/syiah-pembunuh-shahabat-husein/

http://www.yuk-kenal-nu.net/terbunuhnya-pemuka-para-pemuda-surga-husein-bin-ali-bin-abi-thalib/

http://www.yuk-kenal-nu.net/terbunuhnya-pemuka-para-pemuda-surga-husein-bin-ali-bin-abithalib-bagian-kedua/

http://www.yuk-kenal-nu.net/terbunuhnya-pemuka-para-pemuda-surga-husein-bin-ali-bin-abithalib-bagian-ketiga/

Agama Syi’ah dibangun di atas keyakinan bahwa semua shahabat Nabi kafir, kecuali beberapa shahabat. Menurut agama Syi’ah melaknat Abu Bakr, Umar, Utsman dan Aisyah radiyallahu anhum adalah ibadah. Bahkan pelaknatan ini mereka praktekkan dalam “shalat” mereka.

Lihat di video berikut:

https://youtu.be/VwmpWW6cYgk (Syi’ah melaknat Shahabat)

https://youtu.be/7BCVPDvkzTc (Syahadat Syi’ah, melaknat Shahabat)

Juga bisa klik di sini:

https://youtu.be/r5VwKZ3Kqo4 (Syi’ah melaknat Ummul Mukminin Aisyah)

https://youtu.be/-iV3sd1CUtU (Syi’ah melaknat Ummul Mukminin Aisyah)

https://youtu.be/HGcfN2_GMig (Syi’ah melaknat Ummul Mukminin Aisyah)

Lihat kembali detail kesesatan agama Syi’ah dalam tulisan-tulisan sebelumnya:

http://www.yuk-kenal-nu.net/ketum-pbnu-kenapa-salafi-wahabi-sedikit-lagi-jadi-teroris/

http://www.yuk-kenal-nu.net/category/sejarah-syiah/

Oleh karena itulah para ulama terdahulu, ulama ahlus sunnah wal jamaah sejati telah memperingatkan umat dari bahaya kesesatan agama Syi’ah dan para pengikut Syi’ah.

Diantaranya adalah Imam Malik (pemuka mazhab Malikiyah), Imam Syafi’I (pemuka mazhab Syafi’iyah), juga Imam Bukhari (penulis Shahih Bukhari).

Baca kembali di:

http://www.yuk-kenal-nu.net/islam-nusantara-berkata-syiah-tidak-sesat-benarkah/

Sejalan dengan fatwa ulama terdahulu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengeluarkan fatwa tentang sesatnya Syiah, fatwa tersebut dituangkan dalam:

KEPUTUSAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) PROP. JAWA TIMUR No.Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012

NU Menyikapi Fatwa

NU Menyikapi Fatwa1

Dalam fatwa di atas MUI dengan jelas dan gamblang menyatakan Syi’ah adalah ajaran sesat dan menyesatkan. MUI mengingatkan agar umat Islam tidak terpengaruh ajaran sesat Syi’ah meskipun mereka menggunakan slogan cinta ahlul bait.

Tidak cukup di situ, MUI menghimbau agar pemerintah pusat dan daerah untuk tidak memberikan peluang kepada Syi’ah untuk berkembang di NUsantara Indonesia.

NU Menyikapi Fatwa2

NU Menyikapi Fatwa3

Namun bagaimana reaksi dan tanggapan ormas NU terhadap fatwa MUI diatas, termasuk pula sikap mereka terhadap fatwa ulama ahlussunnah wal jamaah sebelumnya?

Sangat disayangkan, tragedi kelam menimpa umat Islam negeri ini, bukan mensosialisasikan fatwa-fatwa ulama yang menjelaskan kesesatan dan penyimpangan agama Syi’ah tersebut, justru ormas NU memiliki hubungan mesra dengan Syi’ah.

Baca kembali di:

http://www.yuk-kenal-nu.net/hubungan-mesra-nahdlatul-ulama-nu-dengan-syiah/

http://www.yuk-kenal-nu.net/ketum-pbnu-said-aqil-siradj-liberalis-atau-syiah/

http://www.yuk-kenal-nu.net/paradoks-sosok-ketua-pbnu-said-aqil-siroj-sas/

Bahkan corong ormas NU tanpa malu terus menyebarkan agama yang mengkafirkan Abu Bakr, Umar, Utsman dan Aisyah tersebut.

Melalui tokoh-tokoh sentralnya semisal Ketum PBNU KH Said Aqil Siraj, juga KH Hasyim Muzadi, Ulil Abshar Abdala dan orang-orang yang sejalan dengan mereka.

NU Menyikapi Fatwa6

NU Menyikapi Fatwa4

NU Menyikapi Fatwa5

Tidak sekadar membela, bahkan seorang Kiai NU KH Alawi Nurul Alam Al Bantani, berani membantah fatwa MUI, yang turut menjelaskan kepada kaum muslimin tentang ganasnya virus mematikan yang bernama Syi’ah tersebut. Yang semakin membuat miris hati, buku tersebut diterbitkan atas kerjasama dengan Lembaga Takmir Masjid NU (LTM NU), sebuah badan otonom resmi milik NU.

NU Menyikapi Fatwa7

NU Menyikapi Fatwa10

NU Menyikapi Fatwa8

NU Menyikapi Fatwa11

NU Menyikapi Fatwa12

NU Menyikapi Fatwa9

Dan itu bukan sekadar pendapat pribadi mereka, karena media-media resmi NU dengan sistematis terus menjadi media yang aktif mengiklankan agama Syi’ah.

NU Menyikapi Fatwa13

NU Menyikapi Fatwa14

NU Menyikapi Fatwa15

NU Menyikapi Fatwa16

NU Menyikapi Fatwa24

Bahkan ormas NU melalui PBNU nya ternyata menjadi mediator utama sebagai penyebar agama Syi’ah di NUsantara

NU Menyikapi Fatwa17

NU Menyikapi Fatwa18

Diantara bukti penguat lainnya, tokoh-tokoh sentral NU, KH Hasyim Muzadi bersama KH Rozy Munir ikut terlibat menanda tangani risalah Amman, sebagai wakil ormas islam NUsantara.

NU Menyikapi Fatwa19

NU Menyikapi Fatwa20

NU Menyikapi Fatwa21

NU Menyikapi Fatwa22

NU Menyikapi Fatwa23

Demikianlah manuver yang dilakukan ormas NU untuk membela agama Syi’ah. Agama yang syahadatnya berbeda, cara wudhu berbeda, cara adzan berbeda, shalat berbeda, memiliki al-Quran berbeda, mengkafirkan mayoritas shahabat Nabi, menuduh Ummahatul Mukminin (para istri Nabi) sebagai pezinah, bahkan mengatakan Abu Bakr dan Umar sebagai thaghut Quraisy, dan segudang kekufuran lainnya.

http://www.yuk-kenal-nu.net/ketum-pbnu-kenapa-salafi-wahabi-sedikit-lagi-jadi-teroris/

http://www.yuk-kenal-nu.net/hubungan-mesra-nahdlatul-ulama-nu-dengan-syiah/

http://www.yuk-kenal-nu.net/ketum-pbnu-said-aqil-siradj-liberalis-atau-syiah/

Maka kita menjadi saksi di hadapan Allah azza wa jalla kelak di hari kiamat, jika ormas NU dan segenap tokoh-tokohnya memiliki saham besar dalam penyebaran agama Syi’ah di NUsantara Indonesia.

Maka camkanlah!

“Sesungguhnya balasan tergantung dari amal perbuatan.”

Kolom Pembaca

4 Comments

  1. Menurut pendapat saya : NU kini sudah banyak menyesatkan umat yg dipelopori oleh ketum PBNU dan kyai lainnya yg sejalan dan ormas NU yg mendukung penyesatan oleh para pimpinan NU . Kini NU harus bisa kembalikan pada NU yg sebenarnya sesuai tujuan para pendiri NU yang ahlusunnah .

  2. abu thoyyib says:

    Baru-baru ini saja ada orang dan media mengaku NU tetapi mengkafir-kafirkan mazhab syi’ah yang notabene merupakan induk dari sebagian ibadah dan budaya Asyariyah. Mengaku NU tapi memusuhi dan mensesat-sesatkan syi’ah adalah Penumpang Gelap dalam NU

    1. tambahan says:

      Hadanallahu wa iyyakum… Semoga Allah ta’ala memberikan hidayah kepada kami dan anda.

  3. Hamba Allah says:

    sungguj diam sambil meneliti dgn hati yg bersih lebih baik daripada ikut komentar namun secara tdk sengaja akhirnya membela agama syi’ah.

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *