KH Anwar Zahid: Kenapa Sahabat Nabi Tak Merayakan Maulid? (1)

KH Anwar Zahid: Kenapa Sahabat Nabi Tak Merayakan Maulid? (1)

Seorang da’i ormas NU, KH Anwar Zahid pendakwah kondang asal Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan alasan Kenapa Sahabat Nabi Tak Merayakan Maulid?

Dalam artikel yang dimuat NU Online pada Ahad, 13/12/2015 12:00, disebutkan:

Lebih jauh Kiai Anwar memaparkan, di era para sahabat Nabi dulu tidak ada peringatan seperti ini, lantas kenapa sekarang ada? Katanya, untuk menumbuhkan rasa cinta kita kepada Allah. Baginya, kecintaan sahabat kepada Rasul sudah terbukti sehingga tidak diadakan peringatan Maulid Nabi. Sahabat-sahabat itu merupakan saksi hidup perjalanan Rasulullah.

“Agar kita mengenal Rasul, dari perjalanan hidupnya. Maka perlu mengadakan acara seperti ini. Kalau tidak diadakan acara seperti ini, kapan kita mulai mencintai Nabi. Pepatah menyebutkan, tak kenal maka tak sayang,”

paparnya.

Untuk mendapatkan rahmat dan maghfirah Allah, modalnya adalah ittiba’ kepada Nabi dan menjalani perintah Rasulullah. Agar cintanya betul-betul menempel, harus didasari dengan rasa cinta.

“Dengan cinta, yang jauh menjadi dekat, dengan cinta yang berat menjadi ringan, dengan cinta yang murah dan rendah menjadi tinggi,”

tutup Kiai Anwar.

Maulid dan Kiai NU

Maulid dan Kiai NU1

Benarkah demikian?

CINTA RASUL ADALAH CIRI SEMPURNANYA IMAN

Saudara-saudara kami kaum muslimin, dimanapun anda berada, semoga Allah ta’ala memberikan istiqamah di atas kebenaran kepada kita semua…

Tidak diragukan lagi, setiap muslim harus mencintai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, memuliakan dan mengagungkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam

Allah ta’ala berfirman:

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللَّـهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّـهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّـهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ ﴿٢٤﴾

Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (at-Taubah: 24)

Demikian pula kecintaan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan barometer kesempurnaan iman seseorang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Tidak akan sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih ia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kolom Pembaca

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *