KH Anwar Zahid: Kenapa Sahabat Nabi Tak Merayakan Maulid? (2)

KH Anwar Zahid: Kenapa Sahabat Nabi Tak Merayakan Maulid? (2)

SHAHABAT ADALAH KAUM YANG PALING MENCINTAI RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Kecintaan Shahabat radiallahu ‘anhum kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kecintaan tertinggi yang pernah diberikan kaum muslimin kepada Nabinya. Pengakuan cinta kita kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak bisa dibandingkan cinta Shahabat kepada beliau.

Kecintaan mereka tidak sebatas mengadakan perayaan, bangga dengan berbagai seremonial, atau klaim semata, namun cinta yang berbuah amal, pembelaan, dan pengorbanan.

Harta, pikiran, waktu, darah, bahkan nyawa rela dikorbankan demi cinta mereka kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam utusan Rabbul ‘alamin.

SHAHABAT DAN SALAFUS SHALIH TIDAK PERNAH MERAYAKAN MAULID NABI

Kaum muslimin meyakini tidak ada seorang pun yang lebih mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibanding para Shahabat, jika ada seseorang yang mengklaim mencintai Nabi melebihi cinta para Shahabat, maka klaim tersebut jauh dari kebenaran.

Namun bersamaan dengan itu, fakta sejarah menunjukkan bahwa para Shahabat tidak pernah merayakan Maulid Nabi, bukan karena kecintaan sahabat kepada Rasul sudah terbukti sehingga tidak diadakan peringatan Maulid Nabi.

Akan tetapi karena hal tersebut tidak pernah dicontohkan oleh kekasih mereka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga karena kuatnya mereka berpegang teguh dengan bimbingan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mereka takut dengan ancaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثاَتِ اْلأُمُوْر، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Hati-hatilah kalian dari mengada-adakan hal-hal yang baru dalam agama, karena hal-hal yang baru tersebut adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan.” (HR. Abu Dawud & Ibnu Majah, hadits sahih)

Demikian pula Salafus Shalih tidak pernah merayakan Maulid Nabi, tiga generasi yang dipuji oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai generasi terbaik umat ini, para Shahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in, dalam sabdanya:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian yang setelah mereka kemudian yang setelah mereka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Terbukti tidak satupun dari mereka merayakan ritual baru tersebut.

Seandainya perayaan Maulid Nabi merupakan bentuk kecintaan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disyariatkan, tentu mereka menjadi kaum terdepan yang akan mengerjakannya. Karena mereka kaum yang paling cinta kepada Nabi, juga kaum yang senantiasa berlomba dalam mengerjakan amal kebaikan.

EMPAT IMAM MAZHAB TIDAK PERNAH MERAYAKAN MAULID NABI

Empat Imam Mazhab Ahlussunnah wal Jama’ah yang sangat terkenal, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahumullahu ta’ala tidak pernah melakukan perayaan baru tersebut. Seandainya mereka melakukan perayaan Maulid Nabi, niscaya beritanya akan sampai kepada kita.

Kolom Pembaca

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *