Rekam Jejak Nabi Palsu Di Bumi Nusantara

Rekam Jejak Nabi Palsu Di Bumi Nusantara

Kenabian hanya akan diklaim oleh orang yang paling jujur atau orang yang paling dusta. Dan tidak akan tersamarkan antara keduanya. Bahkan isyarat-isyarat pada keadaan masing-masing yang mengaku nabi akan menyingkap hakikat keduanya.

Tidak seorangpun mengklaim sebagai nabi dari kalangan pendusta, kecuali nampak padanya kebodohan, kedustaan, dan kejahatan serta pengaruh kekuasaan setan atasnya, hal ini akan diketahui oleh orang yang memiliki daya pemilah walaupun hanya sedikit.

Telah kami sebutkan awal kemunculan nabi palsu, yang dipelopori oleh Musailamah al-Kadzdzab, seorang pendusta dari negeri Yamamah, dengan lancang mendakwakan dirinya sebagai utusan Allah saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup. Namun di masa Khalifah Abu Bakr ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu nabi palsu tersebut berhasil ditumpas.

Demikian pula bermunculan nabi-nabi palsu berikutnya, hingga hari ini.

Simak kembali di:

http://www.yuk-kenal-nu.net/2016/02/26/nabi-pamungkas-dari-jombang/

Adapun di negeri kita Indonesia juga bermunculan para pendusta yang mengaku sebagai nabi dan rasul, di antaranya:

1. Lia Aminuddin alias Lia Eden, Jakarta

Mengaku mendapat wahyu, mengaku sebagai pasangan Jibril ‘alaihi salam, menyebut dirinya Mesias, juga mengklaim sebagai reinkarnasi Bunda Maria, ibu dari Yesus Kristus. Lia juga mengatakan bahwa anaknya, Ahmad Mukti, adalah reinkarnasi Isa.

Mendirikan kelompok sesat Salamullah yang berpengikut ratusan orang, lalu pada tahun 1997 kelompok ini resmi dilarang di Indonesia karena sesat dan menyesatkan.

Saat ini kelompok Lia Aminuddin alias Lia Eden ini lebih dikenal dengan Kerajaan Tuhan Lia Eden.

Nabi Palsu

Lia Eden kerap menyampaikan pengakuan kontroversial (baca: berdusta), termasuk akan terjadinya kiamat pada Minggu 31 Mei 2015 lalu.

Sebelumnya ia bahkan mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Ahok untuk meminta izin Monas sebagai tempat pendaratan UFO (Unidentified Flying Object).

Bersama puluhan pengikutnya, mereka saling bermaaf-maafan. Mereka juga bersiap untuk diangkat UFO yang akan mendarat di Monas. Namun hingga hari ini klaim Lia Eden tidak terbukti.

2. Dedi Mulyana alias Eyang Ended, Banten

Nabi palsu Dedi Mulyana yang berasal dari Banten adalah nabi berperilaku bejat. Mengaku memperoleh wangsit dari musyawarahnya dengan jin di laut, nabi yang juga berprofesi sebagai dukun ini menyatakan kenabiannya.

Selama dua tahun dukun cabul merekrut pengikutnya dengan prasyarat menyetor uang senilai 5 juta rupiah. Parahnya lagi, nabi ini mampu menipu 30 perempuan untuk melakukan ritual keagamaan dengan jalan berhubungan intim. Perkosaan inilah yang membawa Eyang Ended ‘pensiun’ jadi nabi palsu. Polisi langsung membekuk Eyang Ended di tempat persembunyiannya di Lampung pada Juni 2005 silam.

3. Ahmad Musaddeq, Bogor

Di tahun 2006, sosok Ahmad Musaddeq dengan al-Qiyadah al-Islamiyah nya tenar di penjuru negeri dengan predikat nabi palsu. Betapa tidak, saat itu Musaddeq menafsirkan kitab suci dengan cara sendiri dan tidak mewajibkan umatnya sholat, puasa dan ibadah wajib.

Seperti nabi-nabi palsu lainnya, Musaddeq mendapatkan wangsit setelah selama 40 hari 40 malam bertapa di gunung Bunder, Bogor. Dinilai semakin meresahkan, Musaddeq pun diamankan polisi hingga akhirnya bertobat.

Didampingi tokoh ulama, Musadeq menulis salat taubatnya di tiga lembar kertas HVS yang menyatakan dirinya kembali ke ajaran Islam pada tahun 2007.

Namun baru-baru ini, nama nabi palsu Ahmad Musaddeq kembali mencuat dengan gerakan barunya bernama Gafatar, yang merupakan metamorfosa dari al-Qiyadah al-Islamiyah.

Nabi Palsu1

Simak kembali petualangan Gafatar di:

http://www.yuk-kenal-nu.net/2016/01/26/gafatar-dan-penyimpangan-beragama/

http://www.yuk-kenal-nu.net/2016/01/28/gafatar-dan-para-penista-islam/

http://www.yuk-kenal-nu.net/2016/02/02/reaksi-masyarakat-kepada-penista-islam/

4. Ashriyanti Samuda, dari Maluku Utara

Di usianya yang masih muda, Ashriyanti Samuda (30) sudah percaya diri mengatakan bahwa dirinya adalah nabi. Untuk merekrut pengikut, warga Kepulauan Sula, Maluku ini menerbitkan buku yang dicetaknya sendiri kemudian disebarkan kepada masyarakat setempat.

Lucunya, selain menjadi nabi Ashriyanti pun berniat menyampaikan sabdanya pada Presiden 2014 yang lalu, lewat bukunya yang berjudul Pemimpin yang Diutus Cahaya dari Indonesia Timur for Presiden RI 2014.

Buku ilegal ini sampai ke MUI Maluku Utara, dengan cepat MUI setempat langsung mengadakan dialog dan pendekatan ke nabi palsu.

Sang nabi pun akhirnya digiring untuk disidang pada 15 Juni 2012 silam.

5. Sutarmin, Karang Anyar

Memasuki tahun 2013, sosok nabi palsu muncul di lereng Gunung Lawu. Si nabi yang diketahui bernama Sutarmin adalah seorang guru agama yang meneruskan ajaran pendahulunya Rochmad.

Menurut penuturan MUI Karanganyar, Rochmad sendiri dan pengikutnya memang menyimpang dari ajaran Islam, yakni mengganti nama Nabi Muhammad dalam syahadat dengan nama Rochmad. Perbedaan lainnya adalah, pada salat wajib dan salat dhuha. Ajaran Rochmad disebarkan secara tertutup, hanya khusus kepada anggota pengajiannya saja.

6. Eyang Subur, Jakarta (kelahiran Jombang)

Eyang Subur, nama tokoh spiritual yang kini santer terdengar akibat kasus dugaan penipuan yang dilaporkan oleh Adi Bing Slamet. Adi menceritakan semua kesesatan yang telah disebarkan oleh Eyang Subur. Menurut Adi, Eyang Subur yang diketahui mempunyai 8 istri itu pernah mengaku umurnya lebih tua dari Nabi Adam.

Menurutnya, Eyang Subur mengaku umurnya sudah sangat tua terhitung sejak sebelum masehi.

“Subur ini mengaku lebih tua dari Nabi Adam,”

kata Adi. Tidak hanya Adi, Joko Triono, yang mengaku pernah menjadi pengikut Subur selama sepuluh tahun juga mengungkapkan hal yang sama.

Subur pernah menyebut dirinya lebih sakti dari Nabi. Menurut Joko, Eyang Subur juga mengaku telah mendapatkan kuasa dari Tuhan. Itulah sebabnya dia berani mengaku lebih sakti dari Nabi.

“Allah itu yang Maha Kuasa, Subur itu yang diberi kuasa,”

kata Joko, menirukan ucapan Subur yang pernah dikatakan padanya.

Selain Subur pernah mengatakan dirinya lebih tua dari Nabi Adam, kepada murid-muridnya Subur juga selalu mengaku sebagai Rasul.

“Bagian terpenting, dia selalu mengaku sebagai Rasul, dia mengaku menerima wahyu,”

ucap pengacara Adi.

7. Ahmad Sayuti, Bandung

Kota Bandung gempar oleh kasus penodaan agama. Setelah nabi palsu Ahmad Moshaddeq, kota berjuluk Parijs van Java itu dihebohkan oleh beredarnya dua buah buku yang pengarangnya mengaku sebagai nabi terakhir.

Adalah Mohammad Sayuti atau Ahmad Sayuti, si pengarang dua buku itu.

Buku pertama berjudul

“Kelalaian para pemuka agama dalam memahami kitab-kitab peninggalan nabi-nabi rasul allah (taurat, injil, dan Al-Quran) dengan segala akibatnya”.

Sementara buku kedua berjudul

“Mungkinkah Tuhan Murka”.

Di antara keyakinannya:

“Ahmad Sayuti menganggap dirinya sebagai nabi yang diutus Allah dan Nabi Muhammad bukan nabi terakhir,”

“Dia juga menganggap tafsir Alquran selama ini hanya kebohongan belaka dan kitab hadis Bukhori hanya kitab bohong yang isinya bukan perkataan Nabi Muhammad,”

”Isi yang terkandung dalam Alquran bukanlah firman yang diturunkan Allah, melainkan cerita Nabi Muhammad,”

Sayuti mengaku menerima wahyu pada Jumat malam di tahun 1993. Wahyu tersebut diterimanya lewat mimpi.

”Saya bermimpi. Dalam mimpi tersebut saya menerima wahyu. Sampai sekarang pun saya masih sering menerima wahyu,”

kata Sayuti

Berdasarkan keyakinan atas wahyu yang diterimanya tersebut,Sayuti mengaku hanya cukup menjalankan sholat dua kali dalam sehari, yaitu maghrib dan subuh. Selain itu, dia juga mengganti bacaan salat, kecuali surat al-Fatihah.

Nabi Palsu2

8. Cecep Solihin, Bandung

Dalam surat keterangan dari Cecep yang dibubuhi tanda tangan yang bersangkutan, Cecep jelas-jelas mengaku nabi atau rasul, karena dia menulis:

“Tulisannya, ana rosulum minkum, yang kurang lebih maknanya ‘saya rasul kalian’.”

Demikian menurut keterangan Sekretaris Umum (Sekum) MUI Jabar Raffani Achyar.

Ada beberapa penyimpangan yang diajarkan pria kelahiran 2 Agustus 1965 itu kepada sekira 60 orang jamaahnya.

Berikut ajaran Cecep yang terkuak dari berbagai sumber:

> Mengaku Sebagai Rasul

Pria berambut gondrong ala rocker ini telah mengaku sebagai rasul kepada jamaahnya. Namun belakangan, Cecep mengaku khilaf lantaran menganggap kata rosul hanyalah sebagai orang yang memberikan pesan terhadap pengikutnya.

> Jihad ke Aceh

Selain mengaku sebagai rasul, Cecep juga menganjurkan para jamaahnya untuk pergi ke Aceh. Setelah pulang dari negeri Serambi Mekah itu, nantinya para jamaah bisa menguasai perekonomian Indonesia.

> Pinjam Uang Tanpa Harus Mengembalikan

Satu ajaran Cecep yang cukup menyenangkan adalah para jamaahnya diperbolehkan meminjam uang ke bank. Namun, khusus bagi pengikutnya uang pinjaman tersebut tidak perlu dikembalikan.

> Cuci Otak Jamaah

Para jamaah Cecep yang berjumlah sekira 60 orang tinggal satu atap di Jalan Cinta Asih No 7-8, RT 1 RW 11, Kelurahan Samoja, Kecamatan Batununggal. Mereka yang rata-rata masih satu keluarga dibius dengan dalil-dalil sesat dari sang pemimpin. Banyak keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya. Bahkan dalam satu kasus, seorang istri telah meninggalkan suami dan anaknya selama beberapa hari.

> Ajaran Mirip NII

Ajaran yang disebarkan oleh Cecep hampir mirip-mirip dengan Negara Islam Indonesia (NII).

9. Rusmiyati, Madiun

Seorang wanita warga jalan Dr.Cipto No. 3, Kota Madiun, bernama Rusmiyati (51) mengaku sebagai nabi atau penyampai ajaran “agama baru”.

Adapun dasar dari ajaran wanita yang biasa mengenakan jilbab tersebut tertuang dalam enam jilid naskah yang berisi tentang falsafah Pancasila buat perdamaian dunia, landasan dasar mencegah kekerasan, mengatasi korupsi, menangani generasi muda yang kurang beruntung, mengatasi zina dan sumber hukum undang-undang anti-pornografi.

Sementara itu, Rusmiyati mengaku ajaran tersebut berasal dari wahyu Tuhan Yang Maha Esa untuk menyebarkan ajaran-ajaran tersebut setelah diwisuda untuk menyampaikan ajaran tersebut pada umat manusia.

Menurutnya, ia telah tiga kali diwisuda, yaitu sebagai ratu adil pada Selasa, 30 Mei 2006 setelah Yogyakarta diguncang gempa, sebagai juru selamat pada peringatan hari lahirnya Nabi Isa Almasih pada 25 Desember 2006 dan pada 20 Mei 2007 sebagai pemimpin wanita yang mendapat petunjuk oleh Tuhan Yang Maha Esa.

“Saya tidak punya kepentingan apa-apa, namun saya telah ditunjuk menjadi panglima perang melawan iblis,”

kata ibu dua anak ini yang memeluk agama Islam pada tahun 1965 setelah sebelumnya sempat memeluk agama Katolik dan aliran Kejawen.

10. Djanewar, Muarobungo Jambi

Seorang wanita pensiunan PNS di Bungo bernama Djanewar mengaku dirinya sebagai nabi akhir zaman.

Pengakuan itu disampaikan Djanewar secara gamblang di hadapan para wartawan, saat dia menyambangi salah satu kantor surat kabar di Muarobungo, Selasa 15 Juli 2014.

Menurut Djanewar, sudah 85 persen orang yang ditemuinya mengakui kalau dirinya sebagai nabi. Dalam selebaran yang ditulisnya, banyak pejabat bahkan alim ulama yang mengatakan kalau dirinya sangat menderita dalam proses kenabiannya.

“Mengapa kamu menyuruh saya Istigfar. Seharusnya saya bersyukur, karena Ollah (tuhan dalam ucapan Djanewar) telah menunjuk saya sebagai nabi akhir zaman,”

tegas Djanewar menjawab perkataan pimpinan surat kabar itu.

Dikatakannya, dia harus segera meminta legitimasi dari banyak pihak, termasuk Bupati Bungo Sudirman Zaini agar mendapuk dia sebagai nabi yang berasal dari Kabupaten Bungo.

Dan untuk itu, pensiunan kepala sekolah ini menambah namanya menjadi “Djanewar Muhammad Ratu SAW”.

11. Paruru Daeng Tutu, Makassar

Sebuah aliaran keagamaan yang dianggap sesat muncul di Makassar, Sulawesi Selatan. Aliran yang diberi nama Agama Allah dianggap menistakan Islam karena pengucapan dua kalimat syahadat beda. Salat hanya dengan cara tafakur serta sujud sebanyak tiga kali yang dilakukan dua kali sehari yakni siang dan malam.

Karena dinilai meresahkan, pemimpin ajaran ini, Paruru Daeng Tutu, menjalani sidang dihadapan tokoh masyarakat, agama, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar. Pertemuan yang disaksikan ratusan warga ini digelar di Masjid Bani Adam Makassar, Ahad (3/1). Sempat terjadi kericuhan namun bisa diredam oleh aparat kepolisian.

Saat disidang, Daeng Tutu mengaku sebagai nabi terakhir dalam ajaran Islam. Daeng Tutu mengaku aliran agamanya tersebut kali pertama didapatkan pada tahun 2000. Di dalam salatnya, lelaki kelahiran Dusun Mayoi, Tamangeng, Barombong, Gowa, ini mendapat wahyu berupa bisikan gaib dari Tuhan dan disuruh menyampaikan kepada umat manusia.

12. Hadasari, Makassar

Masyarakat di Makassar digegerkan dengan keberadaan nabi palsu. Adalah Hadasari, warga Jalan Borong Jambu, Manggala Makassar yang mengaku sebagai pembawa wahyu setelah Nabi Muhammad SAW.

Kabar itu dibenarkan Kapolsek Manggal Kompol Muh Akbar. Dia mengungkapkan bahwa Hadasari saat ini tengah terbaring sakit di rumahnya.

“Informasi dari anggota intelkam Polsek Manggala membenarkan jika ada seorang warga di Jalan Borong Jambu yang mengaku sebagai nabi. Dan saat ini, ia sedang terbaring sakit di dalam rumahnya,”

kata Akbar.

Dalam sebuah kertas yang dibawa oleh nabi palsu Hadasari tersebut tertulis sebuah pernyataan:

“Nabi Hadasari ditugaskan menyampai semua agama. Jangan saling membenci dan jangan saling bermusuhan. Dunia ini sudah memasuki dunia ketiga. Langit dan bumi sudah berantakan isinya oleh perbuatan manusia. Nabi Hadasari bangkit dari Nabi Adam dan Hawa.”

Nabi Palsu3

Nabi Palsu4

13. Zubair Amir Abdullah, Medan

Pihak berwenang Arab Saudi masih meminta keterangan 11 jamaah umrah asal Indonesia yang melakukan salat Idul Fitri sehari setelah tanggal resmi di negara itu dan salah satu di antara mereka mengaku sebagai imam mahdi atau juru penyelamat di akhir zaman.

“Pada tanggal 18 Juli mereka melaksanakan ritual shalat Idul Fitri di maqom Ibrahim (kompleks ka’bah) yang didahului dalam formasi lingkaran dengan pemimpin mereka berdiri di tengah lingkaran,”

ujar laporan Kemlu.

Tindakan mereka tersebut mengganggu jamaah yang sedang tawaf sehingga dilaporkan ke polisi. Kepolisian telah meminta mereka bubar namun ditolak, akhirnya mereka ditangkap.

Pimpinan rombongan tersebut, Zubair Amir Abdullah, 47, dilarikan ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan setelah mengaku sebagai imam Mahdi.

“Kelompok ini meyakini bahwa Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 18/7, sementara Pemerintah Saudi menetapkan Idul Fitri jatuh pada Jumat, 17/7. Kelompok ini juga berkeyakinan bahwa pimpinan mereka adalah Imam Mahdi, yaitu pemimpin umat akhir zaman (menjelang kiamat),”

lanjut laporan Kemlu.

Nabi Palsu5

Nabi Palsu6

14. Gus Jari, Jombang

Raden Aryo alias Jari (44 tahun), warga Dusun Gempol, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Jombang, Jawa Timur, mengeluarkan pengakuan mengejutkan sebagai Nabi Isa Habibullah. Jari diduga sudah memiliki pengikut 20 hingga 100 orang.

Berdasarkan data yang diperoleh Seksi Pengawasan Kepercayaan dalam Masyarakat (Pakem) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Jari dan pengikutnya memusatkan kegiatannya di pesantren yang didirikan di tempat dia tinggal, di Desa Karang Pakis, Kecamatan Kabuh, Jombang.

“Pesantren Pondok Pesantren Assirot, berada di desa tempat Jari tinggal,”

kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Romy Arizyanto, Sabtu, 20 Februari 2016.

Dia menjelaskan, pengikut Jari diperkirakan telah mencapai 100 orang. Selama ini, kegiatan keagamaan dilakukan Jari dan pengikutnya di pesantren yang dia bangun.

Nabi Palsu7

Nabi Palsu8

Diantara keyakinannya:

Gus Jari mengaku telah menerima wahyu dari Tuhan yang diterimanya pada Jumat Legi tahun 2004 silam.

Mengaku sebagai Nabi Isa Habibulloh.

Jari (40), warga Dusun Gempol, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Jombang, yang mengaku mendapat wahyu dari Tuhan, menyebarkan ajaran empat pilar kepada para pengikutnya. Munif, salah satu pengikut Jari, mengatakan bahwa empat pilar itu adalah akhlak, ikhlas, jujur, dan tanggung jawab.

Kepada pengikutnya, Jari memperkenalkan syahadat yang berbeda, yakni persaksian atau syahadat kepada empat hal. Yakni syahadat pada Islam, Adam dan Hawa, Hari Kiamat, dan kepada Nabi Isa Habibullah.

Ini beberapa pernyataan Gus Jari, nabi palsu dari Jombang:

Dia mengaku sebagai tanda akhir zaman yang mendapat cahaya atau nur dari Isa Habibullah.”

“Kehadiran saya sebagai tanda akhir zaman. Saya diberi tugas meluruskan ajaran, ”

ungkap Jari.

Bapak dari dua anak ini juga bercerita mengenai awal mula mendapatkan wahyu dari Tuhan. Saat itu, Jari sedang melakukan salat malam.

“Ketika sujud, dada saya serasa ditekan. Bersamaan dengan itu saya mendengar panggilan sebanyak 7 kali berupa awal Surat Yasin,”

ujar Jari yang merasa yakin mendapat petunjuk dari Tuhan.

Videonya bisa lihat di sini:


Saudara-saudara kami kaum muslimin di manapun anda berada…

Semoga Allah ta’ala menjauhkan kita dari kesesatan dan penyimpangan…

Setelah kita menyimak kemunculan para pendusta yang mengaku nabi dan rasul, terkhusus di negeri kita ini, maka terbuktilah apa yang telah disabdakan oleh baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam haditsnya:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبًا مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللهِ

“Tidak tegak hari kiamat hingga dimunculkan para dajjal dan pendusta yang berjumlah kurang lebih tiga puluh yang seluruhnya mengaku bahwa dia adalah utusan Allah.” (HR. al-Bukhari no. 3413, Muslim no. 2923)

Demikian pula dalam hadits Tsauban radhiallahu ‘anhu, ia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَإِنَّهُ سَيَكُونُ في أُمَّتِي كَذَّابُونَ ثَلَاثُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي

“Sesungguhnya akan muncul pada umatku para pendusta berjumlah 30 masing-masing mereka mengaku nabi dan akulah penutup para nabi tiada nabi sesudahku.” (HR. Abu Dawud, shahih)

Dan terus akan bermunculan nabi maupun rasul palsu, sehingga muncullah pamungkas mereka, yaitu Dajjal. (Fathul Bari, 6/617)

Kolom Pembaca

1 Comment

  1. aqylaaa says:

    mudah2an ilmu kita terus bertambah sehingga terhindar dari ujian seperti ini

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *