Menyibak Tabir “Wahabi”

Menyibak Tabir “Wahabi”

Wahabi adalah gelar yang disematkan oleh para musuh dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu kepada beliau dan para pengikutnya. Sebuah gelar yang bertujuan untuk menjelekkan citra dakwah beliau yang lurus dan istiqomah di atas al-Quran dan as-Sunnah.

Dakwah tauhid yang diemban oleh beliau dan didukung penuh oleh penguasa kala itu benar-benar membikin sakit hati orang-orang yang dalam hatinya ada penyimpangan. Pasalnya, berbagai ritual ibadah yang telah terkotori bidah bahkan kesyrikan bertebaran di tengah umat ketika itu, tidak mendapat tempat bahkan tergusur berkat dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu.

Hujjah-hujjah beliau dalam dakwahnya tak terbantahkan, membuat lidah para pembela kebatilan menjadi kelu dan terdiam sembari memendam rasa dendam kepada dakwah tauhid yang diusung oleh beliau rahimahullah. Demikianlah kehendak Allah ta’ala ketika ingin melenyapkan kebatilan dengan memunculkan kebenaran yang dibawa oleh sosok-sosok ulama umat.

Allah ta’ala berfirman :

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا ﴿٨١﴾

Dan katakan: “Telah datang kebenaran dan sirna kebatilan, sungguh kebatilan pasti akan sirna.” (al-Isra: 81)

Maka, tiada cara bagi pengusung kebatilan untuk menghentikkan laju dakwah suci yang bawa oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah yang tegak diatas al-Quran dan as-Sunnah. Tiada celah untuk bisa membuat manusia yang haus akan kebenaran, menolak dan menjauh dari dakwah beliau kecuali dengan cara licik penuh makar.

Memburukkan citra dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu dengan julukan palsu akhirnya ditempuh. Menjuluki dakwah beliau sebagai dakwah wahabi yang ekstrem dan beragam tuduhan dusta pun dinisbatkan kepada beliau dan dakwah tauhid yang diembannya.

Masih segar di ingatan kita ucapan Syaikh Abdurrahman bin Abdul Latif rahimahullahu :

من عادة أهل البدعة إذا أفلسوا من الحجة وضاقت بهم السبل تروجوا بعيب أهل السنة وذمهم ومدح أنفسهم

“Di antara kebiasaan ahli bid’ah (ahli batil) jika mereka bangkrut (kehabisan) hujjah dan sempit jalan-jalan mereka (untuk membantah), mulai mereka mempromosikan aib Ahlussunnah dan mencerca mereka serta memuji diri-diri mereka sendiri.”

Gelar Wahabi menjadi salah satu senjata ahli bathil untuk menyerang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu beserta orang-orang yang meniti jalan dakwah beliau yang komitmen berpegang dengan al-Quran dan as-Sunnah.

KELOMPOK YANG MEMPOPULERKAN WAHABI

Di antara ahli batil yang gencar melabeli Ahlussunnah dengan gelar wahabi adalah kaum Syiah Rafidhah.

Kaum pewaris agama majusi persia ini, sangat dengki dengan keberhasilan dakwah syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu, yang berujung dengan berdirinya daulah Islamiayah (negeri islam) berasaskan tauhid dan sunnah.

Dua kota penting yang menjadi basis Islam yaitu Makkah dan Madinah berhasil dikuasai oleh Raja Muhammad bin Saud rahimahullah dan anak cucunya, yang terang-terangan membela dakwah tauhid dan sunnah yang dibawa oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu. Sehingga berbagai kesyirikan dan kebidahan yang pelopori oleh kaum Syiah terancam eksisitensinya.

Bahkan kesesatan kaum Syiah mulai tersingkap dan diketahui oleh umat. Maka kebencian kaum syiah semakin memuncak terhadap dakwah Syaikh rahimahullahu.

Pada mulanya mereka (Syiah Rafidhah) menggelari ahlussunnah dengan NAWASIB. Namun ketika mendapati kenyataan bahwa dakwah Syaikh Muhammad yang berjalan di atas sunnah benar-benar disambut oleh kaum muslimin, dan tersebar di beberapa negeri, maka mereka pun merubah haluan dengan menjulukinya WAHABI serta orang-orang yang meniti jalan dakwah syaikh dengan WAHHABIYYIN.

Demikian pula kaum Sufiyyah Asy’ariyyah yang ekstrem dalam kesyirikan. Kelompok yang kedua tak kalah gencarnya menjuluki dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan Ahlussunnah dengan Wahabi.

Mereka sangat tersinggung dengan adanya pemusnahan tempat-tempat kesyirikan seperti Kubah-kubah di atas kuburan yang diagungkan, pohon- pohon yang dikeramatkan dan lainnya. Dengan dalih melestarikan situs-situs sejarah dan budaya mereka berupaya menciptakan stigma negatif terhadap dakwah Syaikh dengan gelar Wahabi.

Propaganda Wahabi terus dilancarkan di tengah-tengah umat, mengakibatkan tidak sedikit kaum muslimin yang tertipu, sehingga menganggap bahwa dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah dakwah yang ekstrem suka menyesatkan serta mengkafirkan muslimin, menentang budaya dan sejarah.

Demikian setan dan bala tentaranya tiada henti menebarkan kesesatan dengan bingkai hiasan yang nampak seakan-akan benar tapi kenyataanya kebatilan yang membinasakan.

Allah ta’ala berfirman:

وَجَدتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِن دُونِ اللَّـهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ ﴿٢٤﴾

Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk.” (an-Naml: 24)

Semoga Allah ta’ala melindungi kaum muslimin dari berbagai macam makar jahat setan dan bala tentaranya..

Amin!

Kolom Pembaca

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *