Fenomena Hukum Takfir

Fenomena Hukum Takfir

Pada dasarnya seorang muslim yang baik dan taat secara zahir maka dihukumi sebagai muslim dan tetap status keislamannya sampai nampak hal-hal yang menyelisihinya. Tidak diperkenankan bagi seorangpun untuk melepaskan keislaman seorang muslim yang lain, kecuali dengan alasan yang dibenarkan al-Quran dan sunnah dengan bimbingan para ulama.

BUDAYA TAKFIR

Budaya takfir alias bermudah-mudahan menetapkan hukum kafir kepada seorang muslim tanpa memperhatikan ketentuan yang baku dalam syariat Islam dilarang oleh Allah ta’ala dan rasul-Nya.

Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّـهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّـهَ ۚ إِنَّ اللَّـهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿١﴾

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (al-Hujurat: 1)

Berkata al-Imam Dhahak bin Muzahim rahimahullah:

لا تقضوا أمرا دون الله ورسوله من شرائع دينكم

“Jangan kalian menghukumi suatu perkara sebelum Allah dan rasul-Nya (menghukumi) dari syariat agama kalian.” (Tafsir Ibnu Katsir)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيُّمَا امْرِئٍ قَالَ لِأَخِيهِ يَا كَافِرُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا إِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَإِلَّا رَجَعَتْ عَلَيْهِ

“Barangsiapa yang berkata kepada saudaranya, “Hai orang kafir,” maka kata itu akan menimpa salah satu dari keduanya. Jika benar apa yang diucapkan; jika tidak, maka tuduhan itu akan menimpa orang yang menuduh.” (HR. Muslim)

Dari ayat dan hadits di atas kita bisa memetik beberapa faidah, antara lain:

1. Mudah melakukan takfir kepada muslimin termasuk dalam kategori sikap mendahului Allah dan rasul-Nya yang diharamkan.

2. Menuduh seorang muslim dengan kekafiran tanpa bukti dan alasan yang benar dilarang karena mengandung konsekuensi hukum yaitu kembalinya takfir tersebut kepada penuduh.

3. Mulianya seorang muslim, sehingga wajib dijaga kehormatannya. Terlebih kehormatan Islam yang melekat padanya.

DAMPAK NEGATIF BUDAYA TAKFIR

Kenapa sikap bermudah-mudahan mentakfir dilarang dalam Islam?

Selain tidak dicontohkan oleh generasi salaf, juga karena sikap tersebut menimbulkan banyak kerusakan yang besar di antaranya:

1. Tergolong sikap berdusta atas nama Allah dalam penetapan hukum yaitu mengklaim hukum Allah (takfir) ternyata bukan.

2. Berdusta kepada orang yang divonis dengan kekafiran tanpa bukti dan hujjah yang benar.

3. Penghalalan darah kaum muslimin yang semestinya haram untuk ditumpahkan.

Dan masih banyak dampak negatif dari budaya menggampangkan takfir yang insya Allah akan disebutkan di lain kesempatan.

Wallahu a’lam bishowab!

Kolom Pembaca

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *