Liberal Serang Islam, Ini Penjelasannya.

Liberal Serang Islam, Ini Penjelasannya.

Bukanlah kaum liberal jika tidak henti-hentinya menyakiti kaum muslimin dengan ucapan yang jelas-jelas menista Islam dan kaum muslimin.

Selalu saja memunculkan dalam agama ini statemen aneh, yang murni bersumber dari akal dan logika mereka yang amat picik dan terbatas.

Betapa naif kaum Liberal yang selalu menisbatkan diri kepada Islam, namun secara masif berupaya meruntuhkan Islam dari pondasinya.

Gerakan intervensi Islam dengan mengotak-atik ajaran Islam yang murni, gencar dilakukan dengan dalih kebebasan.

Tidakkah mereka sadar bahwa segala ucapan, baik langsung atau melalui tulisan dicatat oleh malaikat yang nanti akan dibalas di hari kiamat kelak?

Ataukah sudah luntur keimanan mereka kepada Allah sehingga hilang rasa takut akan azab-Nya?

PELAJARAN BERHARGA DARI UMAT TERDAHULU

Wahai orang-orang yang tertipu dengan secuil kelebihan akal dan kepintaran,ingatlah semua itu anugerah ilahi.

Janganlah kalian takjub dengan akal dan logika yang justeru akan membinasakan kalian!

Sadarkah kalian bahwa umat-umat terdahulu yang diazab oleh Allah mereka lebih kuat, lebih kaya dan lebih cerdas daripada kalian tapi apa akhir kesudahan mereka?

Kebinasaan dan kehancuran!

Mari kita renungi firman Allah ta’ala:

أفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَشَدَّ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الْأَرْضِ فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَكْسِبُون

Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.” (Ghafir: 82)

Kemudian Allah lanjutkan:

فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِالْبَيِّنَاتِ فَرِحُوا بِمَا عِندَهُم مِّنَ الْعِلْمِ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa ketarangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olok.” (Ghafir: 83)

Berkata al-Mufassir al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullahu ketika menafsirkan ayat di atas:

يخبر تعالى عن الأمم المكذبة بالرسل في قديم الدهر ، وماذا حل بهم من العذاب الشديد ، مع شدة قواهم ، وما أثروه في الأرض ، وجمعوه من الأموال ، فما أغنى عنهم ذلك شيئا ، ولا رد عنهم ذرة من بأس الله ;

“Allah ta’ala memberitakan tentang umat-umat yang mendustakan para rasul pada zaman yang lampau, dan bagaimana ditimpakan kepada mereka azab yang pedih, padahal besarnya kekuatan mereka dan pengaruh mereka di bumi serta apa yang mereka kumpulkan dari harta kekayaan (yang banyak) namun semua itu tidak menolong mereka sedikitpun, serta tidak mampu menolak secuil dari azab Allah.” (Tafsir Ibnu Katsir)

Maka apakah kaum liberal dan yang setipe dengan mereka bisa mengambil pelajaran dari ayat Allah di atas?

Tidakkah mereka takut akan datangnya azab Allah yang datang secara tiba-tiba hingga tidak akan lolos seorangpun darinya?

Ataukah hati mereka telah terkunci mati walaupun mata mereka bisa melihat ayat-ayat Allah?

Sebagaimana firman-Nya:

أفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُور

Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (al-Hajj: 46)

KELANCANGAN KAUM LIBERAL

Sangat disayangkan ternyata keadaan kaum liberal ibarat kata pepatah:

( لقد أسمعت لو ناديت حيًّا …. ولكن لا حياة لمن تنادي )

“Sungguh engkau telah memperdengarkan, andaikata engkau menyeru orang yang masih hidup….

Akan tetapi orang yang engkau seru ternyata tak punya kehidupan.”

Yah, demikian keadaan kaum liberal, alih-alih sikap menyesal dan sadar atas kesalahan mereka, justeru yang nampak adalah kesombongan disertai sikap mengentengkan dan menantang azab Allah.

Sebagaimana dipamerkan oleh salah satu pentolan Liberal Ulil Absar Abdala tatkala ia tersinggung ketika penyakit LGBT dan pelakunya dikecam dan ditolak eksistensinya di tengah-tengah kaum muslimin.

Maka bangkitlah salah satu tokoh muda NU ini membelanya secara membabi buta hingga tanpa rasa takut kepada Allah ia nekat menantang azab-Nya.

Wal’iyadzu billah!

http://www.yuk-kenal-nu.net/2016/05/01/demi-membela-kaum-lgbt-kader-nu-ini-berani-menantang-azab-allah/

Di kesempatan lain, salah satu kader muda NU yang berhaluan Liberal tulen tanpa lelah dan malu menjajakan paham liberal kepada umat dengan kamuflase Islam.

Siapa lagi kalau bukan Zuhairi Misrawi yang akrab disapa Gus Mis.

Intelektual muda yang tidak jarang bergandengan dengan kaum Syiah, bahkan mengaku sebagai murid tokoh Syiah Nusantara Jalaludin Rahmat.

Dalam sebuah diskusi yang bertajuk, “Islam madani dan Islam Nusantara, corak Islam Indonesia”, Gus Mis menggagas adanya pribumisasi Islam, untuk merespon gejala Arabisasi dan Islamisasi.

Demikian sebuah gagasan yang intinya ingin memisahkan Islam dari Arab dengan segala bentuknya.

Atau dengan kata lain mendiskreditkan Arab karena sebagai ancaman eksistensi Islam Nusantara.

Memang diakui bahwa kebenaran Islam tidak diukur dengan apa yang diyakini atau diamalkan oleh orang Arab.

Demikian pula bukanlah kebenaran Islam itu ada pada bangsa Arab saja.

Akan tetapi perlu disadari bahwa Allah subhanahu wata’ala dengan keadilan dan hikmah-Nya yang agung telah melebihkan sebagian hamba di atas sebagian yang lain, dan memilih di antara hamba-Nya siapa yang pantas dimuliakan.

Allah berfirman:

وربُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ ۗ

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya.” (al-Qashas: 68)

Kolom Pembaca

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *