Berita Dusta (Hoax) dan Bahayanya

Berita Dusta (Hoax) dan Bahayanya

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
(رواه مسلم)

“Cukuplah seseorang dinilai berdusta, apabila menceritakan semua (berita) yang dia dengar. ” (HR. Muslim)

Pada era globalisasi dan teknologi informasi, perkembangan alat dan sarana komunikasi kian hari semakin pesat.

Laju modernisasi yang kerap kali bertajuk ‘pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi’, terus berinovasi dan bergulir sesuai dengan visi dan misinya.

Sarana informasi, komunikasi, medsos dan transportasi pun kian hari semakin mengglobal, menjadikan dunia ini bagaikan dalam genggaman, sehingga mudah untuk berinteraksi.

Seolah-olah dunia bisa dilipat, jarak terasa semakin dekat, sehingga komunikasi bisa berlangsung dengan cepat.

Fenomena ini, tentunya merupakan kenikmatan dan memberikan kemudahan tersendiri bagi umat manusia dalam melakukan berbagai aktivitasnya.

Namun di sisi lain, tidak bisa dipungkiri, hal ini mempunyai dampak negatif yang cukup serius terhadap perilaku dan moralitas mereka.

Di antara fenomena yang terjadi akhir-akhir ini adalah tersebarnya berita dusta (Hoax) yang merajalela. Begitu mudah berita-berita tersebar tidak terkendali, tanpa diketahui sumber dan validitasnya.

Terkadang berita hoax tersebut berkaitan dengan pribadi seseorang, rumah tangga seseorang, lembaga dan instansi pemerintahan, pejabat negara, bahkan presiden sekalipun.

Tanpa ada beban dan rasa takut akan akibatnya, tatkala mengabarkan, menyebarkan dan mengobarkan berita yang tidak jelas kebenarannya.

Padahal ini adalah permasalahan besar dan mempunyai konsekuensi yang besar pula.

Allah berfirman dalam surat an-Nur Ayat 15;

إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ

(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita dusta itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikitpun juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” *(an-Nur: 15)*

BAHAYA BERITA DUSTA (HOAX)

Adapun dampak negatif dari berita dusta sangat banyak, di antaranya;

1. Dapat menimbulkan hubungan yang disharmonis dalam rumah tangga.

2. Dapat merusak hubungan pertemanan dan persaudaraan. Karena dengan mudah bisa menyebarkan aib teman atau kerabat.

3. Menimbulkan perasaan resah, risau, takut dan bingung pada masyarakat dan tidak tahu dengan pasti apa yang terjadi di lingkungannya.

4. Bahkan dengan tersebarnya berita palsu mampu menggoncang berbagai lini dan sendi-sendi kehidupan sampai di lingkungan orang-orang penting di suatu negara.

5. Isu-isu hoax dapat dijadikan sarana oleh musuh-musuh agama ini, baik dari kalangan kuffar atau munafikin untuk memerangi agama Islam dan memecah-belah umat Islam, sehingga menyebabkan distabilitas perekonomian, keamanan, dan ketenteraman umat Islam.

Adapun agama Islam, syariat yang lurus dan bersih, memerintahkan pemeluknya untuk menjaga lisan, dan menjaga tangan dari tulisan yang batil serta melarang menyebarkan berita-berita dusta (hoax) baik dengan lisan maupun tulisan di tengah-tengah umat manusia.

Karena setiap aktivitas manusia akan dimintai pertanggungan jawab oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala di hari kiamat kelak.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (al-Isra’: 36)

Maka dari itu, kami mengajak segenap elemen bangsa terkhusus umat Islam untuk senantiasa menjaga lisan dan tangan dari hal-hal yang batil. Jauh dari perilaku buruk menebar berita dusta (hoax) yang tidak lain adalah dekadensi moral dan kemunduran budipekerti.

Kolom Pembaca

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *