Mengapa Berita Dusta (Hoax) Harus Dijauhi?

Mengapa Berita Dusta  (Hoax) Harus Dijauhi?

1. Karena dusta, akan mengantarkan pelakunya kepada kejelekan dan kejahatan bahkan akan menjerumuskan ke neraka.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah memperingatkan:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: ….ِ
، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

“Dari Abdullah bin Masud رضي الله عنه, dia berkata, “Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

“Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

2. Termasuk dalam kategori dosa yang paling besar.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

ألا أخبركم بأكبر الكبائر قالوا بلى يا رسول الله قال الإشراك بالله وعقوق الوالدين وكان متكئا فجلس فقال ألا وقول الزور وشهادة الزور فما زال يكررها حتى قلنا ليته سكت

“Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang dosa yang paling besar dari dosa-dosa besar?

Mereka (para sahabat) berkata; “Tentu wahai Rasulullah.” Beliau berkata; “Berbuat syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.”

Sebelumnya Nabi صلى الله عليه وسلم dalam kondisi berbaring, kemudian beliau duduk lalu berkata:

“Dan (hati-hatilah) dengan perkataan dusta, bersaksi dusta.”
Beliau terus mengulang-ngulangnya, hingga kami (para sahabat) berkata: “Seandainya jika beliau diam.”

Sebelumnya Rasullullah berbaring, tiba-tiba beliau duduk tatkala menyebutkan,”hati-hati kalian dari dusta dan bersaksi palsu”, ini menunjukkan betapa besar bahayanya perbuatan menyebarkan perkataan dusta.

3.Termasuk salah satu tanda dari tanda-tanda kemunafikan.

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه
bahwasannya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاث
إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

“Tanda orang munafik itu tiga apabila berkata dia berdusta, jika membuat janji menyelisihi, dan jika dipercayai mengkhianati.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

4.Termasuk Amalan yang dibenci oleh Allah ta’ala,
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ

إِنَّ اللَّهَ كَرِهَ لَكُمْ ثَلاَثًا: قِيلَ وَقَالَ, وَإِضَاعَةَ الْمَالِ, وَكَثْرَةَ السّؤَالِ

Dari al-Mughirah ibn Syu’bah berkata: Aku mendengar Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

“Allah عز وجل membenci tiga hal untuk kalian: Menyampaikan setiap berita yang didengar tanpa memastikan kebenarannya, menyia-nyiakan harta dan banyak bertanya.” (HR. al-Bukhari)

Kaum muslimin yang mempunyai pikiran yang jernih dan hati yang bersih
marilah kita renungkan nasihat Rasulullah ﷺ dalam sabda beliau,

كَفَى بِالْمَرْء كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukuplah seseorang dinilai berdusta apabila menceritakan segala sesuatu (berita) yang ia dengar.” (HR. Muslim).

Rasulullah ﷺ mengancam, bagi orang yang suka mengabarkan dan menyebarkan setiap berita yang dia dengar, dengan memberi predikat sebagai pendusta.

Semoga Allah menjaga dan menjauhkan kita dari berdusta.

Kolom Pembaca

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *