Slogan yang Perlu dibuang

Slogan yang Perlu dibuang

Telah kita bahas pada tulisan sebelumnya beberapa hikmah dari pembagian dan pembedaan rezeki Allah kepada para hamba. Hikmah berikutnya dari sekian hikmah dari perbedaan tersebut adalah;

4. Agar tercapai maslahat agama dan dunia mereka. Jika seandainya semua memperoleh kelapangan rezeki, niscaya mereka akan melampaui batas di muka bumi dengan berbuat kekafiran dan kerusakan. Sebaliknya, apabila semua mereka disempitkan rezekinya, niscaya akan rusak dan hancur tatanan hidup mereka.

5. Apabila semua manusia mendapatkan rezekinya sama, niscaya sebagiannya tidak bisa memperkerjakan sebagian yang lain. Semuanya berada pada derajat yang sama. Tidak ada yang lebih tinggi posisinya dari yang lain.

Jika seperti itu keadaannya, di mana rasa kasih sayang si kaya terhadap si fakir?

Bagaimana bisa menyambung silaturahmi dengan menginfakkan harta kepada karib kerabat?

Sesuatu hal yang gamblang bahwa akan banyak kemaslahatan yang hilang seandainya manusia memiliki rezeki yang sama. Perbedaan alami yang mesti diterima. Maka beranjak dari ini semua, sudah dapat kita pastikan bahwa slogan dan semboyan sama rata sama rasa yang dihembuskan oleh kaum komunis adalah slogan dan semboyan yang pantas untuk ditinggalkan bahkan dibuang.

Slogan dan semboyan yang sebenarnya adalah sebuah upaya dari tangan-tangan keji tidak bertanggungjawab untuk menghancurkan kaum muslimin dan negeri ini. Tampak halus diluarnya namun kasar dan rusak didalamnya. Terlihat tenang dan menjanjikan tapi kenyataan justru malah menghanyutkan dan membinasakan. Bentuk propaganda yang sangat berbahaya, keji dan menyengsarakan. Terlebih bagi kaum muslimin, paham dan ideologi sama rata sama rasa jika diyakini maka akan memunculkan sikap buruk sangka kepada Allah. Yang lebih parah keyakinan ini akan mengikis bahkan menghilangkan keimanan terhadap takdir dan ketetapan Allah. Sementara beriman kepada ketetapan dan takdir Allah merupakan salah satu dari rukun iman yang wajib dijalankan.

Oleh karena itu, wajib bagi kaum muslimin untuk ridha Allah sebagai Rabbnya, ridha dengan pembagian rezekiNya, ridha dengan hukumNya, serta beriman dengan hikmah dan rahasiaNya. Dengan ini semua, maka akan diperoleh ketenangan, keamanan, ketentraman dan kenyamanan hidup yang dapat dirasakan diri sendiri maupun orang lain. Tidak ada sifat buruk sangka, iri, dengki serta hasad kepada yang lainnya. Yang punya akan banyak bersyukur dan bersedekah sedangkan yang kurang akan banyak bersabar dan berharap kelapangan dari Rabbnya. Allah berfirman dalam sebuah ayatNya;

ٱللَّهُ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُ لَهُۥٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ

Allah-lah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia pula yang menyempitkannya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (al-Ankabut: 62)

Apa yang telah terjadi dari peristiwa-peristiwa menyedihkan sebagai dampak negatif slogan sama rata sama sama jangan sampai terulang kembali dan menimpa diri dan anak cucu kita. Yang telah lalu semoga dapat menjadi tameng sekaligus pelajaran bagi kita bersama. Cukup bagi kita nasehat baginda nabi;

لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ

“Tidaklah seorang mukmin terjatuh dua kali pada lubang yang sama.” HR. Al Bukhari dan Muslim.

Kolom Pembaca

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *