Bimbingan Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah Tentang Syiah

Bimbingan Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah Tentang Syiah

Berikut ini akan kami sampaikan bimbingan ulama ahlussunnah wal jamaah dalam menyikapi AGAMA SYIAH dan para PENGANUTNYA.

Semoga dengan mengikuti bimbingan ulama rabbani tersebut, dengan izin Allah azza wa jalla bisa menyelamatkan kaum muslimin dari jerat-jerat umat Syiah negeri ini.

Lihat video berikut ini:



Lalu kita fahami baik-baik bimbingan para ulama ahlussunnah berikut, menerima dan berusaha beramal dengannya.

Al-Khallal meriwayatkan dari Abu Bakr al-Marrudzi, dari Abu Abdillah bahwa al-Imam Malik rahimahullah berkata:

“Orang yang mencela sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak memiliki bagian di dalam Islam.” (as-Sunnah, al-Khallal, 2/557)

Ibnu Katsir rahimahullah juga menyebutkan pendapat al-Imam Malik rahimahullah tatkala menerangkan tafsir surat al-Fath ayat 29:

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الإنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا (٢٩)

Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu meihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya.

Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat, adapun sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil adalah seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin).

Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (al-Fath : 29)

“Dari ayat ini, al-Imam Malik rahimahullah—dalam sebuah riwayat—mengambil hukum tentang kafirnya Rafidhah yang membenci para sahabat.

Sebab, para sahabat membuat mereka marah. Siapa yang marah terhadap para sahabat, dia kafir berdasarkan ayat ini. Ada sebagian ulama yang menyetujui pendapat beliau tersebut.” (Tafsir Ibnu Katsir, 7/362)

Al-Qurthubi rahimahullah berkata:

“Ucapan al-Imam Malik baik dan penakwilannya benar. Barang siapa mendiskreditkan salah seorang dari mereka (para sahabat) atau mencela riwayatnya, sungguh dia telah membantah Allah Subhanahu wata’ala dan membatalkan syariat kaum muslimin.”

(Tafsir al- Qurtubi, 297/16)

Al-Khallal meriwayatkan dari Abu Bakr al-Marrudzi yang mengatakan bahwa dirinya bertanya kepada Abu Abdillah (al-Imam Ahmad rahimahullah) tentang seseorang yang mencela Abu Bakr, Umar, dan Aisyah ?

Al-Imam Ahmad rahimahullah menjawab:

“Aku tidak memandangnya berada di atas Islam.”

Al-Imam Ahmad rahimahullah juga berkata:

“Barang siapa mencela sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, kami tidak merasa aman bahwa dia telah keluar dari agama.”

(as-Sunnah, al-Khallal, 3/493)

Ali bin Abdush Shamad berkata:

“Aku bertanya kepada Abu Abdillah (yakni al-Imam Ahmad) tentang seorang Syiah Rafidhah tetangga kami yang mengucapkan salam kepada kami, apakah boleh aku membalasnya?”

Beliau menjawab:

“Tidak boleh.”

(as-Sunnah, al-Khallal, 3/493-494)

Musa bin Harun bin Ziyad rahimahullah berkata:

“Aku mendengar al-Firyabi ditanya seseorang tentang orang yang mencela Abu Bakr, dan beliau menjawab, ‘Kafir’.”

(as-Sunnah, al- Khallal, 35/499)

Ahmad bin Yunus rahimahullah berkata:

”Seandainya seorang Yahudi menyembelih seekor kambing dan seorang Rafidhi juga menyembelih, aku pasti memakan sembelihan Yahudi dan tidak memakan sembelihan Rafidhi karena dia telah murtad dari Islam.”

(ash-Sharimul Maslul, Ibnu Taimiyah, 3/1062)

Abdul Qahir al-Baghdadi rahimahullah berkata:

“Adapun para pengikut hawa nafsu seperti al-Jawardiyah, al-Hisyamiyah, al-Jahmiyah, dan al-Imamiyah yang telah mengafirkan manusia pilihan dari kalangan para sahabat…, sesungguhnya kami mengafirkan mereka. Menurut kami, jenazahnya tidak boleh dishalati dan tidak boleh shalat bermakmum di belakangnya.”

(al-Farqu Baina al-Firaq, 357)

Abu Said Abdul Karim as- Sam’ani rahimahullah berkata:

“Kelompok Imamiyah (Rafidhah, -pen.) bersepakat menganggap sesat para sahabat karena mereka menyerahkan keimamahan kepada selain Ali radhiyallahu ‘anhu. Umat ini pun bersepakat mengafirkan kelompok Imamiyah karena meyakini sesatnya para sahabat, mengingkari ijma’ mereka, dan menisbatkan hal-hal yang tidak sepantasnya kepada mereka.”

(al-Ansab, as-Sam’ani, 3/188)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan:

“Bahwa SUMBER setiap fitnah dan musibah, adalah SYI’AH dan siapapun yang terkait/bergabung dengan mereka.”

(Minhajus Sunnah 6/370)

Setelah kita mengetahui kejahatan-kejahatan Syi’ah dengan mengkafirkan mayoritas shahabat Nabi radiallahu anhum dan kejahatan-kejahatan mereka yang lainnya.

Juga dengan melihat berbagai fakta di masa kini, bagaimana Syi’ah dengan dukungan penuh negara Iran membikin onar, keributan, kekacauan, pembantaian dan berbagai perbuatan keji lainnya.

Baik yang mereka lakukan di Libanon, Iraq, Suriah, Yaman, Bahrain, Saudi, maupun Kuwait.

Bagaimana darah, kehormatan, dan harta kaum muslimin di semua tempat adalah halal bagi para milisi, tentara, dan pergerakan yang disokong oleh IRAN, yang selalu melawan negeri-negeri Islam; baik yang diberi nama dengan “Tentara Mahdi”, “Pasukan Ahlul Haq”, “Tentara al-Mukhtar”, “Bendera Abul Fadhl al-‘Abbas”, “Hizbuz Syaithan” Libanon, “Hutsi” di Yaman, “Alawiyyun” di Suriah.

Maka akankah negeri Indonesia, NUsantara, yang kita cintai ini bernasib sama dengan negeri-negeri tersebut?

La Haula Wa La Quwwata Illa Billah

Kolom Pembaca

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *