KEBENCIAN SYIAH TERHADAP KIBLATNYA KAUM MUSLIMIN

KEBENCIAN SYIAH TERHADAP KIBLATNYA KAUM MUSLIMIN

Agama Syiah tidak bisa lepas dari anarkisme dan radikalisme. Sejak munculnya Syiah yang dipelopori oleh Abdullah bin Saba’, Syiah selalu menorehkan sejarah hitam di tengah kaum muslimin. Kota suci umat Islam, Makkah, tempat kiblatnya kaum muslimin tak luput dari aksi radikalisme agama Syiah.

Setelah sempat mencuri Hajar Aswad tahun 317 H, kebencian mereka terhadap Ka’bah dan Masjidil Haram tak pernah luntur. Seperti tampak pada gambar yang disebarkan oleh televisi resmi Iran.

Tak luput website-website negara Syiah Iran turut serta memublikasikan gambar tersebut. Potongan gambar diberi judul dalam bahasa Persia yang bermakna “Penghancuran Abraj al-Bait” [1], ditambahi tulisan provokatif di bawahnya “insya Allah segera”.

kebencian-syiah-terhadap-kiblatnya-kaum-muslimin

Kebencian mereka terhadap Masjidil Haram dan Ka’bah tidak datang begitu saja. Akan tetapi para ulama’ Syiah telah membangkitkan kebencian kaumnya melalui kitab-kitab karya mereka.

Berikut ini adalah beberapa tulisan dari para ulama Syiah yang menunjukkan kebencian mereka yang mendalam terhadap Ka’bah Baitullah al-Haram:

• Al-Faidh al-Kasyani meriwayatkan,

روى الفيض الكاشاني: ( يا أهل الكوفة لقد حباكم الله عز وجل بما لم يحب أحد من فضل، مصلاكم بيت آدم وبيت نوح وبيت إدريس ومصلى إبراهيم .. ولا تذهب الأيام حتى ينصب الحجر الأسود فيه ) (الوافي ١/٢١٥ (

Wahai penduduk Kufah sungguh Allah telah menganugerahkan kepada kalian keutamaan yang tidak Dia anugerahkan kepada seorang pun (selain kalian). Tempat shalat kalian adalah rumah Adam, rumah Nuh, rumah Idris, dan tempat shalat Ibrahim…Tidak akan hilang hari-hari (tidak akan terjadi kiamat) hingga Hajar Aswad dipindahkan ke sana.” (al-Wafi 1/215)

• Mufadhdhal bin Umar meriwayatkan,

Bahwa dia menanyakan beberapa masalah kepada Ja’far bin Muhammad ash-Shadiq. Di antaranya, “Wahai tuanku, apa yang akan dia lakukan terhadap Baitullah?”

Dia menjawab, “Dia akan merobohkannya sampai dia menyisakan empat tiang yang merupakan rumah pertama yang dibuat untuk manusia di Makkah pada masa Adam ‘alaihissalam dan yang ditinggikan oleh Ibrahim ‘alaihissalam dan Ismail ‘alaihissalam.” (ar-Raj’ah, al-Ahsai, halaman. 184)

• Abu Bashir meriwayatkan,

“Dia berkata: Abu Abdillah alaihis salam berkata: “Jika Mahdi telah muncul maka dia akan merobohkan (menghancurkan) Masjidil Haram sampai dia mengembalikannya kepada asasnya dan merubah Maqam ke tempatnya semula. Dia memotong tangan-tangan Bani Syaibah, lalu menggantungkan tangan-tangan yang telah terpotong di atas pintu Ka’bah dan menulis di atasnya: “Mereka adalah pencuri Ka’bah.” (Al-Irsyad 2/383 dan Bihar al-Anwar 52/338)

Bahkan mereka juga membuat kedustaan lainnya, dengan menukilkan ucapan Abu Ja’far :

رووا عن أبي جعفر أنه قال : إن المهدي ينقض البيت فلا يدع منه إلا القواعد . ( الاحسائي ، الرجعه ص ١٤٨، ص ١٦٢(

Diriwayatkan dari Abu Ja’far [2] bahwasanya dia berkata:

“Sesungguhnya al-Mahdi akan menghancurkan Baitullah (Ka’bah), dia tidak menyisakan kecuali hanya pondasinya.” (al-Ahsa’i, ar-Raj’ah halaman 148 dan 162)

Sehingga tidak heran jika kebencian kaum Syiah terhadap kaum muslimin mendarah daging. Mereka selalu dicekoki oleh tokoh-tokoh mereka dengan menanamkan akidah-akidah yang berseberangan dengan ajaran Islam. Tak luput tempat yang disucikan umat Islam seluruh dunia, menjadi simbol yang harus hilang dari muka bumi.

Dengan demikian,

Pantaskah mereka masih dianggap saudara?

Pantaskah mereka diajak untuk berteman?

Pantaskah mereka diajak untuk bekerja sama?

Mari kita renungkan!

Semoga kaum muslimin terhindar dari sepak terjang dan tipu daya kaum Syiah.

———————————————

1. Abraj al-Bait adalah sebuah kompleks bangunan yang terletak seberang jalan Masjidil Haram di Kota Mekkah.

2. Abu Ja’far adalah salah satu di antara imam ahlus sunnah waljama’ah. Hanya saja Syi’ah mengklaim dengan dusta bahwa beliau adalah salah satu dari dua belas imam mereka. Beliau adalah Abu Ja’far Muhammad (al-Baqir) bin Ali (Zainul Abidin) bin Husein bin Ali bin Abi Thalib. Adapun ucapan beliau yang dinukil oleh Syi’ah adalah ucapan palsu yang diatasnamakan beliau.

Kolom Pembaca

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *