SYI’AH dan KELEDAI (2)

SYI’AH dan KELEDAI (2)

Kaum muslimin semoga Allah ta’ala, membimbing kita ke jalan yang lurus dan benar.

Sebagai umat Islam, kita harus bersungguh-sungguh dan berhati-hati dalam menuntut ilmu.

Imam Ibnu Sirrin rahimahullahu berkata:

وعن ابن سيرين قال إن هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم . رواه مسلم

“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.” (Diriwatkan oleh Imam Muslim)

Jika demikian, bagaimana dengan agama Syi’ah ini, mereka mengambil ilmu dari hewan.

Apakah pantas ilmu atau hadits sebagai sumber dan landasan dalam beragama, diambil dari hewan, makhluk yang tidak punya akal?

Demikianlah sebagai salah satu bukti keanehan dan kedustaan agama Syi’ah.

Sehingga memang pantas jika kaum Syiah Rafidhah- disebut dan diberi gelar sebagai pendusta. Disamping berbagai penyimpangan dan kesesatan lainnya.

Yang menyematkan gelar tersebut para imam besar ahlus sunnah yang sudah masyhur dan mengetahui seluk beluk sekte yang satu ini.

Sebagaimana ucapan:

al-Imam asy-Syafi’i rahimahullahu:

لَمْ أَرَ أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِ الْأَهْوَاءِ أَكْذَبَ فِي الدَّعْوَى , وَلَا أَشْهَدَ بِالزُّورِ مِنَ الرَّافِضَة

“Aku belum pernah melihat para pembela hawa nafsu yang lebih berdusta dalam gugatan dan yang paling berani bersaksi palsu daripada kaum Syi’ah Rafidhah.” (al-Ibanah al-Kubra karya Ibnu Baththah)

al-Imam Malik bin Anas rahimahullahu, imamnya kota Madinah juga pernah menyatakan:

لَا تُكَلِّمْهُمْ وَلَا تَرْوِ عَنْهُمْ فَإِنَّهُمْ يَكْذِبُونَ.

“Jangan kalian berbicara kepada mereka (kaum Syi’ah Rafidhah) dan jangan meriwayatkan hadits dari mereka karena sesungguhnya mereka kaum pendusta.” (al-Muntaqa’ karya adz-Dzahabi)

Seorang penganut Syi’ah yang bernama Syarik bin ‘Abdillah al-Qadhi pernah menyatakan persaksiannya:

أَحْمِلُ الْعِلْمَ عَنْ كُلِّ مَنْ لَقِيتُ إِلَّا الرَّافِضَةَ، فَإِنَّهُمْ يَضَعُونَ الْحَدِيثَ، وَيَتَّخِذُونَهُ دِينًا

“Aku mengambil ilmu dari siapa saja yang aku temui kecuali dari kaum Syi’ah Rafidhah Karena mereka sering mendustakan hadits kemudian menjadikannya sebagai agama.” (al-Muntaqa’ karya adz-Dzahabi)

Demikianlah kaum Syi’ah Rafidhah, lisan-lisan mereka terbiasa untuk berdusta. Tidak hanya dusta dalam bersaksi dan bikin cerita, mereka pun berani untuk berdusta atas nama Rasulullah dan para sahabatnya.

Yah, inilah salah satu kejahatan dan kesesatan kaum Syi’ah Rafidhah dari berbagai macam dan jenis kesesatan yang ada pada mereka.

Sebagai orang berakal sehat dan berhati nurani, masihkah kita ragu dengan kesesatan agama Syi’ah?

Kolom Pembaca

1 Comment

  1. Joko says:

    Kenapa anda memilih NU

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *